Komisioner ORI Ninik Rahayu dalam konferensi pers di Gedung ORI, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2019. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Komisioner ORI Ninik Rahayu dalam konferensi pers di Gedung ORI, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2019. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Ombudsman Masih Temukan Banyak Masalah di Lapas

Nasional lembaga pemasyarakatan
Kautsar Widya Prabowo • 14 Januari 2020 18:23
Jakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan sejumlah pelanggaran di lembaga pemasyarakatan (lapas). Temuan itu didapat dalam inspeksi mendadak (sidak) saat Natal, 25 Desember 2019, serta Sabtu dan Minggu, 28-29 Desember 2019.
 
Lokasi yang disidak meliputi Lapas Kelas II A Cibinong, Lapas Kelas II A Peledang, Lapas Kelas I Cipinang, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tanggerang. Rata-rata jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lokasi ini melebihi kapasitas.
 
"Overload itu luar biasa sehingga ini bukan soal pemenuhan hak makan minum tapi juga kesehatan dan kenyamanan," kata Komisioner ORI Ninik Rahayu dalam konferensi pers di Gedung ORI, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ORI menemukan adanya fasilitas warga binaan yang tidak sesuai. Salah satunya berupa pancuran air di beberapa kamar mandi WBP.
 
"Masih ada potensi kamar hunian bagi lapas yang potensi diskriminatif," tutur dia.
 
Kendati demikian, ORI mengapresiasi fasilitas lapas yang dinilai menunjang kehidupan WBP. Hal ini berupa fasilitas pendidikan dan teknologi informasi. WBP juga dimudahkan berkomunikasi dengan keluarga melalui fasilitas panggilan video.
 
ORI meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) membentuk tim khusus untuk menindalanjuti hasil temuan ini. Perbaikan lapas harus dilakukan di tingkat pusat dan daerah.
 
"Mereka mengupayakan melakukan perbaikan bukan hanya dalam konteks tahun baru dan Natal, tapi akan dikejar terus supaya lebih baik jangka panjang," jelas dia.
 
Sementara itu, secara rinci, Ombudsman memaparkan beberapa temuan dalam sidak di akhir 2019. Di Lapas Kelas II A Cibinong, Jawa Barat (Jabar), ada fasilitas mewah di salah satu sel yang berbeda dari sel lain.
 
Satu ruang masa perkenalan lingkungan (Mapenaling) dijadikan ruang karantina khusus bagi napi bermasalah. WBP Bahar bin Smith juga mendapat perlakuan istimewa yakni tidak segera kembali ke sel setelah waktu kunjungan.
 
Sementara itu, Lapas Kelas II A Peledang, Bogor, Jabar, kekurangan fasilitas umum, seperti lapangan olahraga dan masjid. Semua kegitan dilakukan di aula yang dijadikan gedung serbaguna.
 
Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, memiliki fasilitas mewah hingga kamera pengawas yang minim. Pola koordinasi untuk mengambil keputusan di Lapas Cipinang juga dinilai berbelit-belit.
 
Pada LPKA Kelas I Tanggerang, Banten, ada enam anak perempuan yang menjadi narapidana. Hal ini menyulitkan pengawasan karena petugas terbatas.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif