Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan KPK. Foto: Antara Dhemas Reviyanto
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan KPK. Foto: Antara Dhemas Reviyanto

Polri Gandeng Singapura Buru Kader PDIP

Nasional kpu OTT KPK
Juven Martua Sitompul • 15 Januari 2020 18:16
Jakarta: Polri akan berkomunikasi dengan otoritas Singapura untuk menangkap kader PDI Perjuangan Harun Masiku yang menjadi buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Polisi berjanji membantu KPK menangkap tersangka suap tersebut.
 
“Kita komunikasikan dengan Singapura, bahwa Indonesia mencari seseorang di negara tersebut,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Menurut Argo, Polri tidak bisa begitu saja ke Singapura mencari Harun. Apalagi, kata dia, Indonesia belum menjalin perjanjian ekstradisi dengan Singapura.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Namanya negara orang tentu memiliki aturan yang berbeda, Singapura belum ada ekstradisi dengan Indonesia,” kata dia.
 
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencatat Harun Masiku berada di Singapura sejak Senin 6 Januari 2020, atau dua hari sebelum KPK meringkus Wahyu Setiawan bersama tersangka lainnya.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku di DPR.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Seluruh tersangka sudah mendekam di tahanan KPK, kecuali Harun.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif