Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Teror kepada Polri Bermotif Dendam

Nasional terorisme
Yurike Budiman • 18 November 2019 00:55
Jakarta: Polri menjadi target utama serangan dari kelompok terorisme beberapa tahun terakhir. Teranyar, ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu, 13 November 2019.
 
Pengamat Gerakan Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, M Zaki Mubarak menyebut hampir 80 persen serangan teroris menyasar kantor polisi dibanding tempat ibadah. Zaki menduga teror tersebut bermotif dendam terhadap aparat kepolisian, khususnya Densus 88.
 
"Ada doktrin yang jelas sejak 2010, sekiranya ada lebih dari 70 persen serangan teroris menyasar aparat polisi maupun kantor polisi," kata Zaki, Sabtu, 16 November 2019 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal senada juga disampaikanDirektur Eksekutif Lokataru Haris Azhar. Dia menyebut dendam itu lahir dari sikap Polri yang terkesan semena-mena saat menangkap terduga terorisme.
 
"Ada dendam juga antara kepolisian kepada pihak teroris. Secara enggak sadar ini ada permusuhan antara polisi (Densus 88) dengan teroris," kata Haris.
 
Haris mencontohkan salah satu terduga teroris bernama Siyono yang meninggal diduga disiksa Densus 88. Siyono ditangkap Densus 88 di Klaten pada Maret 2016. Perlakuan polisi terhadap Siyono dianggap diskriminatif.
 
"Kalau kasus penipuan, atau kasus yang berkaitan dengan pengusaha, polisi lebih hati-hati tapi kalau teroris, maka keras. Menurut saya itu enggak wajar, sebab (polisi) diskriminatif dalam penegakan hukum," kata Haris.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif