Pelaku penyebaran ujaran kebencian Jerry D. Grey. Foto: Istimewa.
Pelaku penyebaran ujaran kebencian Jerry D. Grey. Foto: Istimewa.

Bule WNI Sebar Ujaran Kebencian Setelah Lihat Video Polwan

Nasional ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 28 Mei 2019 18:04
Jakarta : Jerry D Grey, imigran berstatus warga negara Indonesia (WNI) mengakui perbuatannya. Ia mengaku mengeluarkan ujaran kebencian setelah melihat anggota Polisi Wanita (Polwan) berparas seperti masyarakat Tiongkok.
 
"Jadi, dia melihat di video ada Polwan Brimob menggunakan pakaian resmi atau pakaian dinas, tapi wajahnya mirip dari Tiongkok. Dia merasa tak terima Indonesia mau dijajah. Sehingga dia melakukan hal seperti itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Baca: Bule Penyebar Ujaran Kebencian Terancam 10 Tahun Penjara

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jerry diringkus di Jalan Karya Usaha, Kembangan, Jakarta Barat, 28 Mei 2019, sektiar pukul 09.00 WIB. Ia ditangkap karena membuat video pernyataan untuk mengganti Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto.
 
Menurut Argo, pria kelahiran Jerman itu hadir saat demonstrasi penolakan hasil pemilu di depan Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei. Pernyataan itu dikeluarkan setelah melihat situasi selama unjuk rasa itu.
 
"Kegiatan unjuk rasa beberapa waktu lalu, yang bersangkutan hadir di sana. Dia ada di dekat toko Sarinah dan juga berlalu-lalang jalan ke sana ke mari melihat situasi di sana," ujar Argo.
 
Kemudian, mantan anggota Angkatan Udara Amerika Serikat itu pergi ke Hotel Victor, Jakarta. Di lobby hotel, ia bertemu dengan seorang teman.
 
"Di sana lah dia membuat video bersama seseorang yang masih dicari sama reserse," tutur Argo.
 
Instruktur Diving itu dikenakan Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Kemudian, Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Pemidanaan dan Pasal 27 KUHP.
 
"Yang bersangkutan terancam penjara 10 tahun," pungkas Argo.
 
Sebelumnya beredar sebuah video berdurasi 1 menit 17 detik memperlihatkan seorang WNA menyandang ransel di dalam sebuah ruangan. Perekam video bertanya kepada Jerry mengenai kondisi Indonesia saat ini.
 
Baca: Yunarto Wijaya Jadi Target Pertama Pembunuhan
 
Perekam mengucapkan salam kepada Jerry di awal video. Salam itu pun dibalas Jerry. "Alhamdulillah kita sudah melihat kondisi Indonesia saat ini bagaimana menurut Pak Jerry kondisi Indonesia saat ini?" tanya perekam.
 
"Memang kondisi Indonesia saat ini sangat parah, terlalu banyak kecurangan sama rezim yang ada sekarang. Sudah jelas ada instruksi komunis dan lain-lain masuk ke Indonesia untuk mengambil negara ini untuk dia sendiri," jawab Jerry.
 
"Rakyat Indonesia bukan muslim saja, kita semua harus bersatu, harus maju sampai negara ini kembali jujur lagi, sampai nama Presiden Republik Indonesia nama Prabowo bukan nama yang sekarang, yang sekarang sudah jujur tidak benar dia harus mundur dan juga harus kena hukum dia tidak ikut konstitusi Indonesia. Dia harus turun cepat jangan sampai Oktober terlalu lambat'," beber Jerry.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif