Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala. MI/Angga Yuniar
Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala. MI/Angga Yuniar

Konsistensi Putri Candrawathi Beberkan Pelecehan Seksual Disorot

Achmad Zulfikar Fazli • 25 November 2022 19:27
Jakarta: Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala menyoroti kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi. Kasus ini diduga pangkal pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (J).
 
"Ada dua hal, pertama melihat dan sekaligus mengkaitkan antara kronologi dari Saguling, Duren Tiga, dan Magelang. Nah, kalau kita sepakat untuk melihatnya sebagai satu timeline atau lini masa, maka itu bisa dimengerti," kata Adrianus, Jakarta, Jumat, 25 November 2022.
 
Adrianus mengatakan konsistensi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang selalu membicarakan adanya peristiwa pelecehan seksual, tentunya bukan tanpa sebab. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang tadi disebutkan berkali-kali oleh tersangka FS dan konsisten dikatakan. Apalagi kita melihat dari konteks budaya Indonesia ya, apa yang menyebabkan orang sangat marah misalnya seorang suami melihat (Mengatahui) istrinya mengalami pelecehan seksual, maka kalau kita menggunakan cara berpikir itu, dan berusaha mengaitkan peristiwa di Jakarta dan Magelang, maka potensi itu ada," jelas Adrianus.
 
Adrianus meminta kasus ini dilihat secara utuh antara kejadian di Jakarta dan Magelang. Hal itu dapat didukung dengan data dari Komnas HAM terkait subsekuen baru dalam rangkaian peristiwa di Magelang.  
 
Sebelumnya, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mengungkapkan ada bukti petunjuk atau permulaan terkait pelecehan seksual yang menimpa tersangka Putri Candrawathi. Sehingga, sangat diperlukan bagi penegak hukum bisa mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual itu.
 
"Kami menyampaikan apa yang disampaikan oleh saksi saksi dari rangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan itu tidak hanya dilakukan terhadap P tapi juga terhadap saksi-saksi yang lain," kata Ketua Komnas Perempuan Andry Yentriani.
 

Baca: Adanya Kekerasan Seksual Tidak Dapat Menghilangkan Pidana


Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta AKBP Ridwan Soplanit mengatakan Ferdy Sambo terlihat emosional dengan mata berkaca-kaca saat menjelaskan kematian Brigadir J. Hal itu disampaikan Ridwan saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 3 November 2022.
 
"Sambil memukul tembok keras, dengan kepala tertunduk dia (FS) melihat saya terus sambil geleng-geleng kepala, dan mata berkaca-kaca, dijelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi Magelang", jelas Saksi Ridwan Soplanit.

ART dan Sopir Tak Tahu Ada Pelecehan Seksual

Sementara itu, asisten rumah tangga (ART) keluarga Ferdy Sambo, Susi, justru tidak mengetahui tindakan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi. Hal itu disampaikan Susi saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Kuat Ma'ruf.
 
"Untuk di Magelang sendiri, ada tidak tindakan pelecehan itu, terhadap ibu Putri Candrawathi? Kalau tidak ya tidak, kalau tidak tahu, ya tidak tahu," tanya jaksa penuntut umum (JPU) saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Rabu malam, 9 November 2022.
 
"Kalau saya, tidak tahu. Tidak tahu," jawab Susi.
 
"Berarti saudara tidak tahu apakah ada pelecehan atau tidak?," tanya jaksa mempertegas.
 
"Tidak tahu," ucap Susi.
 
Dalam kesempatan terpisah, Pengacara Kuat Ma'ruf, Irwan Irawan, mengaku kliennya juga tidak tahu mengenai peristiwa pelecehan seksual kepada istri Ferdy Sambo itu. Kubu Kuat tidak pernah menerima fakta soal pelecehan seksual.
 
"Dia (Kuat) tidak tahu, dia hanya mendapatkan ibu (Putri Candrawathi) di depan kamar mandi, tergeletak dekat pakaian cuci," kata Irwan di PN Jaksel.

 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif