NEWSTICKER
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Dua Perusahaan Digeledah Terkait Korupsi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 12 Februari 2020 21:48
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah dua kantor terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penggeledahan terus dilakukan Kejagung untuk mencari bukti untuk melengkapi berkas perkara.
 
"Ada dua tempat yang digeledah masih terkait dengan pencarian alat bukti, baik untuk keperluan diproses pembuktiannya maupun kepentingan pengembalian aset," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Sejumlah dokumen serta bukti terkait skandal rasuah Jiwasraya disita penyidik dari dua kantor tersebut. "Dua kantor ini pasti ada yang diperiksa dokumen alat-alat IT, tapi semua kepentingan penyelesaian pemberkasan yang udah dilakukan penahanan," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, Febrie menolak menyebut dua perusahaan yang 'diacak-acak' penyidik tersebut. Alasannya, proses penggeledahan masih berlangsung.
 
"Masih dirahasiakan, karena masih berjalan kemungkinana selesai malam, (lokasi) di Jakarta," tegas dia.
 
Dua Perusahaan Digeledah Terkait Korupsi Jiwasraya
Asuransi Jiwasyara. Foto : MI/Ramdani.
 
Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka yakni Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
 
Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif