Ilustrasi hukum. Medcom.id
Ilustrasi hukum. Medcom.id

Hakim Kurangi Hukuman Pinangki Karena Mengaku Bersalah dan Mempunyai Anak Kecil

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Diskon Hukuman Koruptor Djoko Tjandra Jaksa Pinangki
Tri Subarkah • 15 Juni 2021 00:12
Jakarta: Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengurangi hukuman mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari menjadi empat tahun penjara. Sebelumnya, terdakwa suap dari Djoko Sugiarto Tjandra itu divonis 10 tahun penjara.
 
Majelis Hakim PT Jakarta yang diketuai Muhammad Yusuf dan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Lafat Akbar, dan Renny Hallida Ilham Malik, mempertimbangkan sejumlah hal. Pinangki dinilai telah mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya serta mengikhlaskan dipecat dari profesinya sebagai jaksa.
 
"Oleh karena itu, hakim masih menaruh harapan terhadap Pinangki yang akan berperilaku sebagai warga masyarakat yang baik," dikutip dari surat putusan di laman Mahkamah Agung, Senin, 14 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim juga mempertimbangkan status Pinangki sebagai ibu dari anak berusia empat tahun. Pinangki dinilai layak diberikan kesempatan mengasuh dan memberi kasih sayang kepada anaknya dalam masa pertumbuhan.
 
"Bahwa terdakwa sebagai wanita harus mendapat perhatian, perlindungan, dan diperlakukan secara adil," ujar hakim.
 
(Baca: Hukuman Penjara Pinangki Disunat jadi 4 Tahun)
 
Perbuatan Pinangki juga dinilai tidak terlepas dari keterlibatan pihak lain yang turut bertanggung jawab. Sehingga kesalahannya memengaruhi putusan itu.
 
"Bahwa tuntutan pidana jaksa/penuntut umum selaku pemegang azas Dominus Litus yang mewakili negara dan pemerintah dianggap telah mencerminkan rasa keadilan masyarakat," ujar hakim.
 
Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhkan vonis empat tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan terhadap Pinangki. Putusan itu lebih rendah dari vonis di tingkat pertama yakni 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan.
 
Pinangki terbukti menerima suap US$500 ribu dari terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra. Suap agar Djoko bisa kembali ke Indonesia tanpa menjalani eksekusi dua tahun berdasarkan puusan Peninjauan Kebali tanggal 11 Juni 2009.
 
Pinangki turut menyusun rencana aksi atau action plan terkait pelaksanaan permohonan fatwa Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung. Pinangki juga terbukti mencuci uang korupsi dengan dengan cara menukarkan ke Rupiah, membeli satu unit mobil BMW X5, pembayaran sewa apartemen, dan dokter kecantikan di Amerika Serikat, pembayaran kartu kredit, serta membayar sewa dua apartemen di Jakarta.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif