Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono memberikan keterangan pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono memberikan keterangan pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Polri Dalami 30 Saksi Terkait Kasus Jual Beli Jabatan di Nganjuk

Nasional KPK polri Kasus Suap kasus korupsi Pemberantasan Korupsi
Kautsar Widya Prabowo • 18 Mei 2021 04:57
Jakarta: Polri terus mendalami kasus dugaan suap jual beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, Jawa Timur. Salah satunya dengan memeriksa sejumlah saksi terkait.
 
"Tersangka NRH (Novi Rahman Hidayat), Bupati Nganjuk, sudah dilakukan pemeriksaan 11 saksi untuk yang bersangkutan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono di Gedung Humas Polri, Jakarta, Senin, 17 Mei 2021.
 
Kemudian, penyidik mendalami delapan saksi untuk tersangka ajudan Bupati Nganjuk, M Izza Muhtadin (MIM). Lalu delapan saksi diperiksa untuk tersangka Camat Pace, Dupriono (DR); Camat Brebek, Haryanto (HY); dan Camat Loceret, Bambang Subagio(BS). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk tersangka mantan Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo (TBW); dan Camat Tanjunganom, Edie Srijato (ES), tiga saksi sudah diperiksa. Total 30 saksi diperiksa terkait kasus rasuah di lingkungan Pemkab Nganjuk.
 
Baca: Penonaktifan 75 Pegawai KPK Demi Mencegah Implikasi Hukum
 
Penyidik memisahkan berkas perkara menjadi empat. Berkas pertama terkait rasuah NRH. Berkas kedua untuk kasus M Izza, sedangkan berkas ketiga kasus Pace, Haryanto, dan Bambang. Rasuah Tri dan Edie dijadikan berkas keempat.
 
Novi dan Izza menjadi tersangka penerima suap, sedangkan pihak lain pemberi suap. Novi dan Izza disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 2 dan/atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.
 
Tersangka lainnya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan/atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 juncto Pasa 55 ayat 1 KUHP.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif