Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Eks Dirut Anak Perusahaan Jakpro Jadi Tersangka Korupsi

Nasional polri polisi kasus korupsi Jakpro korupsi di PT Jakarta Infrastruktur Propertindo
Siti Yona Hukmana • 29 November 2021 18:39
Jakarta: Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) Ario Pramadhi menjadi tersangka di Mabes Polri. Dia terjerat kasus dugaan korupsi dalam pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur gigabit capable passive optical network (GPON) di PT JIP pada 2017-2018. 
 
"Tersangka atas nama Ario Pramadhi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangan tertulis, Senin, 29 November 2021. 
 
Selain Ario, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri menetapkan VP Finance & IT PT JIP Christman Desanto sebagai tersangka. JIP tercatat sebagai anak usaha dari BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan jalan raya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Perwakilan Pemprov DKI Kembali Datangi KPK Terkait Penyelidikan Formula E
 
"Perusahaan itu telah mempunyai pengalaman dalam usaha/bidang ICT (information and communication technology)," ungkap Rusdi. 
 
Rusdi mengatakan penyelidikan kasus ini dimulai pada 8 Februari 2021. Laporan polisi kasus ini teregistrasi dengan nomor LP/A/0072/II/2021/Bareskrim tertanggal 5 Februari 2021.
 
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti dari PT JIP, PT Jakpro, PT GTP, dan pejabat PT JIP. Barang Bukti itu di antaranya 15 handphone (HP), tiga laptop, sertifikat tanah dan bangunan, 7 komputer, rekening koran Bank Mandiri, dan Bank DKI PT JIP.
 
Sebanyak 161 dokumen PT JIP juga dirampas. Dokumen itu berisi perjanjian kerja sama antara PT JIP dengan PT ACB, PT IKP, dan PT TPI. Selain itu, ada dokumen pencairan dana PT Jakpro kepada PT JIP dan invoice pembelian material GPON. 
 
Polisi akan mengirimkan permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap para tersangka kepada Direktorat Jenderal Imigrasi. Polisi masih terus mengusut kasus itu, terutama terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
 
"Melaksanakan asset tracing terhadap aliran dana yang dilakukan oleh diduga pelaku terkait dugaan TPPU, dan melaksanakan asset recovery terkait dugaan TPPU," ungkap Rusdi.
 
Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif