Anas Urbaningrum -- MI/Rommy Pujianto
Anas Urbaningrum -- MI/Rommy Pujianto

Jaksa KPK: Anas Lupa Kepribadiannya Sendiri

Nasional korupsi anas
Renatha Swasty • 12 Juni 2014 15:05
medcom.id, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum Komisi Pembarantasan Korupsi mempertanyakan sikap santun dan calon kepemimpinan Anas Urbaningrum di masa depan. Hal ini mencuat dalam tanggapan JPU KPK atas eksepsi (nota keberatan) mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.
 
Pada eksepsinya, Anas menilai JPU KPK seperti penjahit dalam menyusun dakwaan. JPU KPK, kata dia, seperti penjahit yang membuat baju sesuai dengan pesanan sang pemesan. JPU pun tidak terima.
 
"Lagi, seolah-olah terdakwa lupa dengan kepribadiannya sendiri yang selama ini dikenal sebagai sosok santun yang sempat digadang-gadang sebagai calon pimpinan masa depan. Atau memang demikian adanya sesungguhnya terdakwa itu?" ujar jaksa Yudi Kristiana saat membacakan jawaban eksepsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/6/2014).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, JPU KPK tetap memberikan apresiasi kepada Anas atas sikapnya yang berani buka-bukaan. "Oleh sebab itu apresiasi kami semakin tinggi ketika terdakwa Anas dengan kebesaran hati dan keluhuran budi untuk berani jujur" tutupnya.
 
Anas selaku anggota DPR RI dengan masa jabatan 2009-2017 didakwa menerima hadiah atau janji berupa 1 unit mobil Toyota Harier, 1 unit mobil toyota Velfire dari PT Artindo Internasional.
 
Tak hanya itu, dia diduga mendapatkan duit Rp487 juta dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait pemenangan sebagai Ketum Partai Demokrat serta menerima uang sejumlah Rp116 miliar dan US$5,255 juta. Uang-uang itu dikatakan Jaksa untuk modal sebagai Presiden RI.
 
Untuk itu, katanya, Anas keluar dari Komisi Pemilihan Umum dan bergabung dengan Partai Demokrat. Langkahnya pun semakin mudah untuk mendapatkan dan mengatur proyek. Salah satunya mega proyek P3SON Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dari proyek itu Anas mendapatkan Rp2,2 miliar.
 
Tak hanya itu, Anas juga diduga melakukan pengaburan dan penutupan uang-uang yang masuk dengan melakukan tindak pidana pencucian ulang.
 
(BOB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif