Ilustrasi penangkapan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi penangkapan. Medcom.id/M Rizal

Gus Nur Ditangkap karena Dugaan Lecehkan NU

Nasional nahdlatul ulama ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 24 Oktober 2020 11:18
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Raharja atas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Pria yang akrab disapa Gus Nur itu ditangkap di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 24 Oktober 2020.
 
"Ya benar (ditangkap)," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Penangkapan Gus Nur dilakukan atas Surat Perintah (SP) Penangkapan Nomor: SP.Kap/176/X/2020/Dittipidsiber. Dalam surat perintah penangkapan yang beredar tertulis penangkapan Gus Nur untuk kepentingan penyidikan tindak pidana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam surat tersebut, Gus Nur telah ditetapkan sebagai tersangka. Surat itu berlaku hari ini Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Rabu, 21 Oktober 2020. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim.
 
Laporan dugaan pelecehan lembaga dan sejumlah tokoh NU itu buntut omongan Gus Nur alam tayangan dialog akun YouTube Munjiat Channel miliknya. Gus Nur disebut menyebarkan informasi yang menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
 
"NU saat ini diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan penumpangnya kurang ajar sehingga kesucian NU saat ini tidak ada lagi," kata Gus Nur yang dikutip menjadi dasar pelaporan.
 
Baca: Diduga Hina NU, Gus Nur Dilaporkan ke Bareskrim
 
Gus Nur dilaporkan melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor (UU) 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 156 KUHP dan atau Pasal 310, 311 dan 207 KUHP.
 
Laporan ke Bareskrim Polri dibuat Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim. Gus Nur disebut berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap NU
 
"Tak hanya sekali ini. Tentu kami merasa ini tidak boleh kami diamkan perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur, oleh karena itu kami mencoba melaporkan ke Bareskrim," kata Aziz di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 21 Oktober 2020.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif