Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Dugaan Korupsi di ASABRI Diselisik Melalui 3 Saksi

Nasional kasus korupsi Kejaksaan Agung Pemberantasan Korupsi ASABRI
Siti Yona Hukmana • 23 April 2021 23:20
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menyelidiki kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Pengusutan dugaan rasuah di perusahaan pelat merah itu diselisik ke sejumlah saksi.
 
"Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung memeriksa tiga saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada PT. ASABRI," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 April 2021.
 
Ketiga saksi yang diperiksa ialah Sales PT. Yuanto Sekuritas Indonesia, AHM; Komisaris PT. Prima Jaringan, LB; dan Direktur Investasi PT. Victoria Manajemen Investasi, AAS. Keterangan ketiga saksi dibutuhkan untuk membuat terang ihwal rasuah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baik yang ia dengar, lihat, dan alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI," ujar Leonard.
 
Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan covid-19. Yakni menjaga jarak, mengenakan masker, dan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.
 
Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp23,7 triliun itu. Dua orang terpidana kasus korupsi Jiwasraya, yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.
 
Baca: Eks Kepala Divisi Investasi ASABRI Diperiksa Kejagung
 
Lalu, tujuh lainnya ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri; Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja; Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, Bachtiar Effendi; Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setiono; Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar; Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi; dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship Jimmy Sutopo.
 
Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
Mereka juga disangkakan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif