Ilustrasi teroris. Foto: Medcom.id
Ilustrasi teroris. Foto: Medcom.id

Bripda Nesti Aktif Berkomunikasi dengan JAD

Nasional terorisme
Kautsar Widya Prabowo • 09 Oktober 2019 19:59
Jakarta: Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengungkapkan anggota Polda Maluku Utara Bripda Nesti Ode Samili (NOS) sudah jauh terpapar paham radikalisme. Hal ini diketahui dari aktivitas di media sosial.
 
"Ditandai dengan yang bersangkutan aktif terafiliasi dengan JAD (Jamaah Ansharut Daulah)," ujar Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Namun, Asep belum dapat memastikan Bripda Nesti sempat memberikan informasi kepolisian kepada kelompok JAD. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang jelas yang bersangkutan ini aktif bangun hubungan dengan JAD," tutur dia.
 
Bripda Nesti Ode Samili ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Nesti diduga terlibat jaringan terorisme.
 
"Oknum anggota polwan ini sudah dua kali diamankan karena diduga terpapar radikalisme," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Oktober 2019.
 
Nesti pernah ditangkap jajaran Polda Jawa Timur di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pada pertengahan Mei 2019. Nesti menggunakan identitas palsu dan dilaporkan meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi. Akhirnya, dia dikembalikan ke Polda Maluku Utara untuk dibina.
 
Insiden itu terulang pada 26 September 2019, Nesti sebulan desersi. Polda Maluku Utara kemudian memasukkan nama Nesti ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Nesti ditangkap Densus 88 di Salatiga, Jawa Tengah.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif