Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo (tengah) saat acara silaturahmi dan buka puasa terakhir Pimpinan KPK bersama media, di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara FOTO/ Reno Esnir.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo (tengah) saat acara silaturahmi dan buka puasa terakhir Pimpinan KPK bersama media, di gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara FOTO/ Reno Esnir.

KPK Optimistis Kasus Garuda Disidangkan Juli

Nasional kpk
Juven Martua Sitompul • 25 Mei 2019 01:51
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah fokus menuntaskan kasus-kasus mangkrak. Salah satu kasus yang dikebut penyidikannya adalah dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero).
 
Ketua KPK Agus Rahardjo mengaku optimistis kasus ini dilimpahkan ke tahap penuntutan paling lambat Juli 2019. Dipastikan Agus kasus ini masuk ke persidangan.
 
"Paling lambat Juli kita sudah limpahkan ke persidangan," kata Agus di sela-sela buka bersama dengan awak media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 16 Januari 2017. Namun, hingga kini kasusnya belum juga rampung, bahkan kedua tersangka belum ditahan.
 
Agus menyebut penyidikan kasus ini sudah masuk tahap akhir. Apalagi, kata dia, Lembaga Antirasuah telah menerima sejumlah dokumen penting dari otoritas Singapura.
 
Dokumen itu dinilai penting karena Connaught International milik Soetikno yang diduga menerima uang dari Rolls-Royce untuk Emirsyah beroperasi di negara tersebut. "Paling akhir Juli sudah proses, insya Allah, kerena kita sudah terima berkasnya semua dari Singapura," kata Agus.
 
Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya mencapai lebih dari USD4 juta atau setara dengan Rp52 miliar dari perusahaan asal Inggris yakni Rolls-Royce, di antaranya melalui pendiri PT MRA Group Soetikno Soedarjo dalam kapasitasnya sebagai Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd.
 
Diduga suap terjadi selama Emirsyah menjabat sebagai Dirut PT GarudaIndonesia pada 2005 hingga 2014. KPK menduga Emirsyah juga menerima suap terkait pembelian pesawat dari Airbus.
 
Dalam proses penyidikan kasus ini, KPK telah menyita sebuah rumah di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Rumah yang disita tersebut senilai Rp8,5 miliar. Disinyalir uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno Soedarjo.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif