Anas: Setya Novanto Bisa Jadi Kiai

Faisal Abdalla 09 Juni 2018 03:30 WIB
korupsi e-ktp
Anas: Setya Novanto Bisa Jadi Kiai
Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto. Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut terpidana kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-el) Setya Novanto rajin mendalami ilmu agama. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. 

"Oh iya, semua, salat tarawih bareng, kalau sahur ya tidak, tetapi saat berbuka kadang-kadang bareng, kalau tarawih pasti bareng karena masjidnya cuma satu," kata Anas di Pengadikan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat 8 Juni 2018. 

Anas bahkan mengungkapkan dirinya bersama Novanto kerap mempelajari ilmu agama bersama-sama, seperti Ilmu Fiqih dan praktik-praktik Ibadah. Menurutnya, Novanto sangat rajin mempelajari ilmu-ilmu tersebut. 


"Pak Novanto rajin, jangan-jangan lama-lama bisa jadi kiai nanti," tandasnya. 

Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Baca: Novanto Siap Huni Lapas Sukamiskin

Novanto juga diwajibkan majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider dua tahun kurungan. Kemudian, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama lima tahun.

Novanto dijebloskan ke lapas Sukamiskin sejak 4 Mei 2018 lalu. Novanto sempat menyebut Lapas Sukamiskin sebagai salah satu tempat pembelajaran hidup.

"Di Sukamiskin, ini saya mulai dari kos, saya akan ke pesantren. Saya akan banyak belajar berdoa, berdoa, dan tentu saya jadi masyarakat biasa," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Mei 2018. 



(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id