Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Ketua KPK Klaim Kisruh Internal Sudah Tuntas

Nasional kpk
Kautsar Widya Prabowo • 09 Mei 2019 16:09
Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo angkat bicara terkait kabar kisruh antara penyidik internal KPK dengan penyidik dari Polri. Agus mengklaim masalah itu sudah tuntas setelah kedua kelompok penyidik dipertemukan.
 
"Jadi kita sudah undang dan kita sampaikan bahwa sebetulnya program reformasi birokrasi di internal KPK cakupannya bukan hanya itu (pengangkatan penyelidik jadi penyidik)," ujar Agus di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Agus mengungkapkan awal mula reformasi birokrasi lantaran dia melihat tidak seimbangnya komposisi pegawai KPK antara Divisi Pencegahan dan Divisi Penindakan. Pada awal dirinya menjabat terdapat 1.400 pegawai yang mendominasi dari bagian Pencegahan serta supporting system dibanding Penindakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi tersebut dirasa sangat tidak ideal jika berkaca pada lembaga antirasuah dari negara tetangga seperti Hong Kong Independent Commission Against Corruption (ICAC) yang memberikan porsi lebih besar terhadap Divisi Penindakan.
 
"Nah, kita merekrut banyak penyidik. Saya juga menjanjikan 80 persen itu harus di Penindakan," tutur dia.
 
Dalam perjalanannya, pegawai yang berada di supporting system dan Pencegahan harus dapat beralih ke Penindakan. Di Divisi Penindakan itu juga terdapat penyelidik dan penyidik.
 
(Baca juga:Gesekan Antarpenyidik KPK Dinilai Sebagai Masalah Sosiologis)
 
Jika orang-orang di bagian Penindakan ingin beralih ke Pencegahan maka harus mengikuti tes terlebih dahulu. Sedangkan, bagi penyelidik yang ingin beralih tugas ke penyidik tidak diperlukan tes.
 
"Itu tidak ada tes tapi harus ditingkatkan di bagian apa, itu detail identifikasi," tutur dia.
 
Kisruh muncul saat mantan penyidik KPK Erwanto yang kini menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) Bareskrim Polri membuat surat terbuka.Dalam surat, Erwanto mempermasalahkan pengangkatan 21 penyelidik internal KPK menjadi penyidik. Pengangkatan itu dilakukan hanya dengan pembekalan selama satu bulan tanpa tes.
 
Menurut Agus, langkah tersebut diambil sebagai solusi agar pegawai KPK memiliki tingkatan karier yang jelas. Karena menurutnya sangat tidak sehat jika sudah bekerja selama 12 tahun hanya berada di tempat yang sama.
 
KPK tengah merancang adanya koordinator wilayah (korwil). "Tahun ini diperkenalkan sembilan wilayah. Itu di tingkat eselon dua," tuturnya.
 
Selain itu, rencana reformasi birokrasi di tubuh KPK sudah lama dirancang melalui blueprint. Sedangkan road map masih tengah disiapkan. Rencana tersebut telah disampaikan kepada pihak internal Polri.
 

(REN)

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif