Suap proyek pembangunan PLTU Riau-I

KPK Cermati Dugaan Keterlibatan Sofyan Basir

Juven Martua Sitompul 09 Oktober 2018 09:24 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
KPK Cermati Dugaan Keterlibatan Sofyan Basir
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I tidak akan lolos dari jerat hukum. Penyidik masih mencermati fakta-fakta yang muncul dalam persidangan terdakwa bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.
 
"Proses persidangan masih berjalan, jadi kita simak saja," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.
 
Febri mengatakan pihaknya tidak perlu menunggu putusan hakim untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, termasuk dugaan keterlibatan Dirut PLN Sofyan Basir. Apalagi, kata dia, jika penyidik sudah mengantongi dua alat bukti yang cukup.
 
"KPK tidak ada istilah menunggu itu, kami fokus pada proses persidangan," ujarnya.
 
Dalam dakwaan Kotjo, peran Sofyan memang dibeberkan jaksa penuntut secara runut. Sejumlah pertemuan Sofyan dengan Kotjo termasuk Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dikupas lebih detail.
 
Pada dakwaan itu diungkap juga Sofyan menawarkan kepada Novanto proyek PLTU Riau-I. Tawaran itu diberikan setelah permintaan Novanto yang meminta jatah proyek PLTGU Jawa III tak bisa dipenuhi karena sudah ada kandidat konsorsium penggarap.

Baca: KPK Geledah Ruangan Sofyan Basir

Kotjo selaku kolega dekat memang meminta Novanto untuk dikenalkan dengan pihak PLN. Atas permintaan itu lah, Novanto lantas memerintahkan Eni agar mempertemukan Kotjo dengan Sofyan.
 
Menanggapi hal itu, Febri mengakui pihaknya telah mengantongi bukti adanya peristiwa-peristiwa lain selain transaksi suap saat operasi tangkap tangan (OTT). Salah satunya, penerimaan suap lain, proses pembahasan dan persetujuan proyek PLTU Riau-I.
 
"Tetapi tentu saya tidak bisa sampaikan siapa saja, apalagi mengonfirmasi pihak-pihak lain yang potensial tersangka dan sejenisnya," pungkasnya.
 
KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu yakni bos Blackgold Natural Recourses Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK), Wakil Ketua Komisi VII DPR RI EniMaulani Saragih (EMS), serta mantan Menteri Sosial Idrus Marham (IM).
 
Eni bersama dengan Idrus diduga menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek PLTU Riau-I.
 
Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id