Barang bukti narkoba jaringan Jakarta-Banjarmasin disita Polda Metro Jaya. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Barang bukti narkoba jaringan Jakarta-Banjarmasin disita Polda Metro Jaya. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Pengedar Narkoba Gunakan Hotel untuk Transaksi

Nasional narkoba
Kautsar Widya Prabowo • 19 Januari 2019 01:09
Jakarta: Pengedar narkoba jaringan Banjarmasin-Jakarta menggunakan modus langka dalam beraksi. Para pelaku menggunakan hotel sebagai perantara transaksi barang haram tanpa perlu bertatap muka.
 
Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn mengatakan, modus ini terungkap dari penangkapan 11 tersangka peredaran narkoba jaringan Jakarta-Banjarmasin. Menurut Calvijn, seorang pelaku yang masih buron inisial MG, biasanya menyewa kamar hotel untuk jadi tempat bertransaksi narkoba. MG lalu menghubungi tersangka lain inisial GZ untuk mengantar narkoba ke kamar hotel yang sudah disewa.
 
"Jadi buka kamar (hotel) hanya untuk meletakkan itu (narkoba) saja," kata Calvijn di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 18 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah menaruh narkoba di kamar hotel yang dipesan, GZ lalu meninggalkan hotel dan memberi pesan kepada resepsionis kalau ada orang yang akan mengambil barang di kamarnya. GZ memberikan kunci kamar ke resepsionis. Pembeli yang datang akan mengambil kunci kamar yang dititipkan, lalu mengambil narkoba, dan pergi lagi meninggalkan hotel. "Jadi memang rapih modusnya."
 
Kepada polisi, GZ mengaku kalau hotel yang dijadikan lokasi transaksi berbeda-beda. Namun, GZ sering menggunakan hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.
 
"Kami berhasil menangkap GZ pada saat masuk ke dalam kamarnya dan pada saat baru selesai mendistribusikan ke beberapa hotel," ujar Calvijn.
 
GZ dan MG bertransaksi narkoba setiap satu bulan sekali. Narkoba yang diperjual belikan yakni jenis ganja, sabu, dan ekstasi. GZ mengedarkan narkoba dengan modus operandi ini sejak Juni 2018. GZ tak sendiri. Ia juga merekrut sejumlah orang untuk membantunya melakukan transaksi narkoba.
 
Selain MG, polisi juga masih memburu tersangka lain inisial HONG. Polisi belum bisa memastikan HONG warga Indonesia atau warga negara asing. HONG adalah orang yang merekrut GZ.
 
Baca: Polisi Ungkap Narkoba Dikemas Abon dan Teri
 
Dalam kasus ini, polisi menangkap 11 pengedar narkoba di Depok, Jawa Barat, dan Jakarta. Mereka yakni HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM dan YAH. Total barang bukti yang disita kepolisian ialah 6,5 kilogram sabu, 57.578 butir ekstasi dan 15,19 gram ganja. Narkoba dikemas dalam abon lele dan teri medan.
 
Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya, penjara seumur hidup atau hukuman mati.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi