Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan/Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Wahyu Setiawan Didakwa Terima Rp500 Juta dari Gubernur Papua Barat

Nasional OTT KPK
Fachri Audhia Hafiez • 28 Mei 2020 22:39
Jakarta: Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan turut didakwa menerima gratifikasi dari Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Wahyu menerima Rp500 juta dari perbuatan rasuah itu.
 
"Terdakwa selaku anggota KPU periode 2017-2022, yang menerima hadiah atau janji, berupa uang sebesar Rp500 juta," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Pemberian uang tersebut diduga terkait proses seleksi calon anggota KPU Provinsi Papua Barat periode 2020-2025. Pemberian fulus terjadi pada Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus ini bermula saat KPU pusat membuka pemilihan calon anggota KPU Provinsi Papua Barat periode 2020-2025 pada Desember 2019. Rosa sempat bertemu dan berbincang dengan Wahyu di Jakarta.
 
Dalam perbincangan itu, Wahyu menyampaikan, "Bagaimana kesiapan Pak Gubernur, ah cari-cari uang dulu." Rosa memahami ucapan itu bahwa sebagai komisioner KPU, Wahyu mampu membantu proses pemilihan dengan memperjuangkan putra asli Papua.
 
Rosa kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada Dominggus Mandacan. Dominggus merespons dengan mengatakan, "Nanti kita lihat perkembangan."
 
Proses seleksi berjalan dengan 70 peserta. Sebanyak 33 peserta merupakan orang asli Papua. Proses berjalan hingga mengerucut delapan peserta dengan tiga orang asli Papua, yakni Amus Atkana, Onesimus Kambu, dan Paskalis Semunya.
 
Dominggus kemudian mengupayakan agar ada orang Papua yang terpilih. Rosa diminta menghubungi Wahyu dan Dominggus menitipkan Rp500 juta.
 
Uang ditransfer oleh Rosa ke rekening istri sepupu Wahyu, Ika Indrayani, pada 7 Januari 2020. Rupanya Wahyu sengaja meminjam rekening Ika untuk menerima transfer tersebut dengan alasan keperluan bisnis.
 
"Rosa lalu menyampaikan kepada terdakwa Wahyu Setiawan bahwa telah mentransfer uang sejumlah Rp500 juta ke rekening atas nama Ika Indrayani," ujar jaksa.
 
Perbuatan Wahyu dianggap melanggar Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
Baca: Wahyu Setiawan Didakwa Terima Suap Rp600 Juta
 
Sebelumnya, Wahyu Setiawan didakwa menerima suap SGD57.350 atau setara Rp600 juta. Rasuah itu dilakukan bersama-sama eks Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina.
 
Suap berasal dari swasta Saeful Bahri dan Harun Masiku. Uang tersebut diberikan secara bertahap SGD19 ribu dan SGD38.350 melalui perantara Agustiani.
 
Uang itu diberikan agar Wahyu mengupayakan permohonan penggantian antar waktu (PAW) Partai PDI Perjuangan (PDIP) disetujui KPU. PAW tersebut diberikan dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan (Sumsel) 1 kepada Harun Masiku.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif