Suasana sidang perdana kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Suasana sidang perdana kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hakim Keluhkan Pengunjung Sidang Jiwasraya Tak Jaga Jarak

Nasional Virus Korona Jiwasraya
Fachri Audhia Hafiez • 03 Juni 2020 12:09
Jakarta: Sidang perdana kasus dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hakim sempat mengeluhkan pengunjung sidang tidak disiplin menjaga jarak fisik (physical distancing) pencegahan covid-19 (korona).
 
"Tolong agar kita tetap menjaga protokol kesehatan karena jangan sampai petugas (gugus tugas covid-19) dari luar datang untuk membubarkan," ujar Ketua Majelis Hakim Rosmina di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Rosmina meminta pihak-pihak yang tidak berkepentingan meninggalkan ruangan. Instruksi tersebut berlaku bagi seluruh pihak termasuk penuntut umum, penasihat hukum, dan awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Silakan pihak-pihak yang tidak berkepentingan untuk meninggalkan persidangan," tegas Rosmina.
 
Pantauan Medcom.id, persidangan yang digelar di ruang Hatta Ali dipenuhi pengunjung. Kepadatan tersebut kontribusi dari puluhan pengunjung, jaksa, penasihat hukum, dan awak media.
 
Protokol kesehatan sejatinya telah diterapkan sebelum masuk gedung pengadilan. Pengunjung telah dicek suhu tubuh, masuk ke bilik sterilisasi, wajib memakai masker, dan mencuci tangan. Tempat duduk di dalam ruang sidang juga diberi pembatas jarak.
 
Kasus dugaan korupsi Jiwasraya menyeret enam tersangka. Mereka yang akan diadili yakni Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro; Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat; dan Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo.
 
Kemudian Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018 Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.
 
Keenam tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka dinilai paling bertanggung jawab atas kerugian negara sebesar Rp16,81 triliun dalam kasus korupsi di Jiwasraya.
 
Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro juga terjerat kasus pencucian uang. Keduanya diduga melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif