Ilustrasi. Foto: KLHK
Ilustrasi. Foto: KLHK

Kasus Karhutla di Kalteng Segera Disidangkan

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Media Indonesia • 02 April 2020 20:21
Jakarta: Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah segera disidangkan. Kepastian ini muncul setelah Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menetapkan bahwa berkas perkara pidana korporasi karhutla yang melibatkan PT Kumai Sentosa (KS) telah lengkap.
 
Pemberitahuan jadwal persidangan secara resmi disampaikan kepada Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Wilayah Kalimantan Seksi Palangkaraya, 1 April 2020.
 
Kasus karhutla ini terjadi di lahan perusahaan kebun sawit PT KS di Desa Sungai Cabang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kasus ini mulai disidik pada Agustus 2019 dengan luas lahan terbakar sekitar 2.600 hektare.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyidik Gakkum LHK menjerat tersangka korporasi PT KS yang diwakili oleh IKS, 47, dengan Pasal 99 Ayat 1 atau Pasal 98 Ayat 1 Jo Pasal 116 Ayat 1 Huruf a dan Pasal 119 Huruf c UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Ancaman pidana penjara maksimum 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.
 
Direktur Penegakan Hukum Pidana Kementerian LHK (KLHK) Yazid Nurhuda mengatakan, agar ada efek jera yang lebih besar, pihaknya menerapkan penegakan hukum pidana tambahan. Yakni, tersangka harus bertanggung jawab memulihkan kembali lahan yang terbakar.
 
"PT KS harus bertanggung jawab atas pemulihan kerusakan lahan seluas 2.600 hektare akibat kebakaran di lokasi mereka," kata Yazid, Kamis, 2 April 2020.
 
Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, M Subhan, menyampaikan bahwa penanganan kasus ini berawal dari hasil analisis data tim Intelligence Center Gakkum KLHK. Data menunjukkan adanya titik api dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen di areal PT KS pada 22 Agustus 2019.
 
"Kemudian, kami menugaskan tim untuk mengecek ke lapangan dan menemukan kebakaran lahan. Barang bukti yang disita antara lain fotokopi dokumen PT KS, pohon dan tanaman kelapa sawit bekas terbakr, sampel tanah, daun, serta peralatan kebakaran," kata Subhan.
 
Baca: 69 Kasus Karhutla Segera Diadili
 
Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengapresiasi tim Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah yang terus bekerja di tengah pandemi covid-19. Rasio menegaskan Gakkum LHK tidak akan berhenti untuk menindak pelaku perusakan lingkungan, perusakan hutan, termasuk kerusakan yang terjadi akibat karhutla.
 
"Setiap hari kami memonitor melalui satelit lokasi-lokasi yang ada hotspot (titik panas). Data ini kami record. Kami tidak berhenti walaupun dalam situasi seperti ini. Kami tetap bekerja. Negara tetap hadir untuk melakukan pengawasan. Ini arahan Ibu Menteri LHK Siti Nurbaya," kata Rasio.
 
Ia menegaskan bahwa karhutla merupakan kejahatan serius dan luar biasa. Asap Karhutla menyebabkan banyak masyarakat menderita, bahkan dampaknya lintas batas. Ekosistem menjadi rusak dan keanekaragam hayati kita hilang.
 
Selain pidana, KLHK juga sedang menyiapkan gugatan perdata berupa ganti rugi lingkungan atas karhutla di lokasi PT KS. "Penindakan yang kami lakukan ini harus menjadi pembelajaran bagi korporasi lainnya. Ada beberapa kasus lainnya yang sedang kami tangani," kata Rasio.
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif