Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Medcom.id/Siti.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Medcom.id/Siti.

Irjen Napoleon Jadi Tersangka Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Siti Yona Hukmana • 14 Agustus 2020 18:44
Jakarta : Irjen Napoleon Bonaparte ditetapkan sebagai tersangka penghapusan red notice terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra. Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional itu dijadikan tersangka bersama tiga orang lain.
 
"Tersangka NB (Napoleon Bonaparte), PU (Brigjen Prasetyo Utomo), Djoko Tjandra, dan pihak swasta Tommy Sumardi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Argo mengatakan, penetapan tersangka setelah melakukan gelar perkara tadi pagi hingga pukul 11.15 WIB. Gelar perkara dihadiri Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irwasum Polri dan juga pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua peserta dalam gelar perkara setuju dalam penetapan tersangka ini," ujar Argo.
 
Argo menyebut empat tersangka dibagi dalam dua kategori. Yakni, pemberi dan penerima hadiah dan janji.
 
"Tersangka pemberi Djoko Tjandra dan TS. Sedangkan tersangka penerima PU (Prasetyo Utomo) dan NB (Napoleon Bonaparte)," ucap Argo.
 
Djoko Tjandra dan Tommy dikenakan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.
 
Sementara Prasetyo Utomo dan Napoleon Bonaparte dijerat Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf a dan b, Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 KUHP.
 
"Ancaman hukumannya lima tahun penjara," tutur Argo.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif