Tersangka kasus surat jalan palsu Anita Kolopaking. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Tersangka kasus surat jalan palsu Anita Kolopaking. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Penetapan Tersangka Anita Kolopaking Diklaim Kurang Bukti

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Fachri Audhia Hafiez • 09 Agustus 2020 13:10
Jakarta: Penahanan tersangka pemalsuan surat jalan, Anita Kolopaking, diklaim tidak sah. Bukti-bukti untuk mentersangkakan pengacara terpidana Djoko Soegiharto Tjandra itu dinilai tak cukup.
 
"(Terkait) Bukti-bukti penetapan tersangka tidak cukup secara hukum," kata juru bicara tim advokasi Anita, Tito Hananta Kusuma, kepada Medcom.id, Minggu, 9 Agustus 2020.
 
Tito masih menutup rapat bukti yang ia miliki. Ia bakal membeberkan pada persidangan praperadilan yang rencananya di gelar pekan depan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Detailnya nanti saat sidang minggu depan (sesuai) jadwal seharusnya," ujar Tito.
 
Tito menilai Anita tak perlu ditahan lantaran kooperatif saat diperiksa kasus pembuatan surat jalan palsu oleh kepolisian. Namun, Anita tetap ditahan.
 
(Baca: Anita Kolopaking Protes Ditahan)
 
"Jadi kami melakukan upaya praperadilan untuk menguji penetapan tersangka dan penahanan terhadap Ibu Anita Dewi Kolopaking," ujar Tito.
 
Anita ditahan selama 20 hari pertama di Rumah Tanahan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri. Polisi menahan Anita demi kepentingan penyidikan. Polisi takut Anita kabur dan menghilangkan barang bukti.
 
Anita ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 30 Juli 2020. Dia dijerat Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang Penggunaan Surat Palsu dan Pasal 223 KUHP tentang Pemberian Pertolongan terhadap Orang yang Ditahan. Anita terancam hukuman enam tahun penjara.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif