13 Nama Calon Deputi dan Dirdik Dianggap belum Layak
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Lola Easter (tengah). Foto: MI/Mohamad Irfan
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai sejumlah nama calon yang disodorkan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) masih belum layak untuk menduduki jabatan deputi penindakan dan direktur penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua jabatan penting itu harus diisi sosok yang berintegritas.

Menurut peneliti ICW Lola Easter, pihaknya mencatat ada sejumlah nama calon yang kurang patuh melaporkan harta kekayaan mereka ke KPK. Beberapa nama calon yang diterima KPK bahkan sama sekali belum pernah melaporkan harta mereka.

"Bagaimana ceritanya mau jadi deputi penindakan atau direktur penyidikan kalau misalnya kepatuhan seperti itu aja belum lulus?" kata Lola.


Lola mengingatkan kepada semua pihak yang terlibat dalam rekrutmen dua jabatan itu untuk serius dan tidak asal-asalan. KPK disarankan membentuk panitia seleksi dan membuat sistem rekrutmen yang melibatkan masyarakat.

Baca: KPK Beberkan Nama Calon Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan

"Bikin panitia seleksi. Ini kan sistemnya open recruitment dan minta masyarakat, minta tracking, ini kan top level (jabatan penting) maka KPK harus serius menjaring orang-orang yang tepat mengisi jabatan itu," ujarnya.

"Nah, jadi, terlepas dari nama-nama yang beredar itu, KPK harus membuka diri dan meminta masyarakat untuk memberi masukan," imbuhnya.

Selain para calon tidak melaporkan harta kekayaan mereka, ICW juga mempertanyakan rekam jejak dalam dunia pemberantasan korupsi. Menurut Lola, tidak ada prestasi yang menonjol dari 13 nama calon tersebut.

"Jadi, kembali lagi, temuan yang paling umum kepatuhan lapor LHKPN, kedua ada nama yang tidak jelas rekam jejaknya cuma karena udah senior," Lola menandaskan.

Baca: KPK Ingin Deputi Penindakan Tanpa Konflik Kepentingan

Polri di sisi lain memastikan rekam jejak calon yang diajukan ke KPK sangat baik. Ketiga perwira Polri itu ialah Brigjen Toni Harmanto, Brigjen Firly, dan Brigjen Abdul Hasyim Gani.

"Mereka ini punya rekam jejak yang baik. Berpengalaman di bidang reserse, berpengalaman juga sebagai kepala satuan wilayah karena tentunya nanti kemampuan manajerial dan leadership mereka dibutuhkan di KPK," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal.

Sebelumnya, KPK telah menerima 13 nama calon pengganti Irjen Heru Winarko dalam jabatan deputi penindakan dan pengganti Brigjen Aris Budiman sebagai direktur penyidikan. (Media Indonesia)



(DMR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id