Kepala Pusat Penerangan Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak. Dok. Medcom.id
Kepala Pusat Penerangan Kejagung Leonard Eben Ezer Simajuntak. Dok. Medcom.id

Kejagung Kembalikan Berkas Perkara Dugaan Unlawful Killing

Nasional polri Pelanggaran HAM Rizieq Shihab
Al Abrar • 04 Mei 2021 16:05
Jakarta: Kejaksaan Agung mengembalikan berkas kasus pembunuhan di luar proses hukum atau unlawful killing kepada penyidik Badan Reserse Kriminal Polri. Pengembalian berkas perkara dilakukan, karena Tim Jaksa Peneliti menilai hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Polri belum lengkap.
 
"Jaksa Peneliti (Jaksa P-16) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum mengembalikan Berkas Perkara Dugaan Tindak Pidana Pembunuhan atas nama Tersangka FR dan Tersangka MYO," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak keterangan tertulisnya, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Leonard menyebutkan, jaksa peneliti telah menyatakan berkas tersebut belum lengkap atau P-18 sejak Jumat, 3 April lalu. Sebagaimana surat P-18 Nomor : B-1609/E.2/Eoh.1/04/2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Telah dinyatakan dikembalikan lengkap dengan petunjuk petunjuk dari Jaksa Peneliti, baik kekurangan kelengkapan formil maupun kekurangan kelengkapan materiil yang dituangkan dalam surat P-19 Nomor: B/1664/E.2/Eoh.1/05/2021 tanggal 03 Mei 2021 guna dilengkapi oleh Penyidik," terangnya.
 
Sebelumnya, Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim melengkapi berkas perkara FR dan MYO, dua tersangka kasus unlawful killing atau penembakan di luar hukum terhadap empat pengikut Muhammad Rizieq Shihab. Berkas keduanya dikembalikan Kejaksaan Agung karena dianggap belum lengkap.
 
"Ketika ada perbaikan, penyidik akan melengkapi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 30 April 2021.
 
Baca: Polisi Lengkapi Berkas Perkara 2 Anggota Tersangka Unlawful Killing
 
Menurut dia, berkas akan dilimpahkan kembali setelah dilengkapi sesuai petunjuk jaksa penuntut umum (JPU). Jika dinyatakan lengkap penyidik segera menyerahkan tahap II.
 
"Penyerahan tersangka dan barang bukti," ujar Ramadhan.
 
Dalam berkas perkara, dua tersangka dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 56 KUHP tentang. Keduanya diancam hukuman 15 tahun penjara.
 
Ada dua peristiwa yang menewaskan enam pengikut Rizieq di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Desember 2020. Pertama, baku tembak antara polisi dan eks laskar Front Pembela Islam (FPI). Peristiwa ini mengakibatkan dua laskar khusus pengawal Rizieq tewas.
 
Peristiwa kedua, pemberian tindakan tegas dan terukur terhadap empat pengikut Rizieq lainnya. Tindakan ini dilakukan polisi di dalam mobil saat dibawa menuju Polda Metro Jaya.
 
Keempat orang itu disebut melakukan perlawanan yang mengancam jiwa petugas. Namun, tindakan polisi tidak dibenarkan Komnas HAM. Polisi dinilai tidak berupaya untuk mencegah semakin banyaknya jatuh korban jiwa atas insiden pembuntutan rombongan Rizieq tersebut.
 
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyebut ada dugaan unlawful killing aparat kepolisian terhadap empat pengikut Rizieq itu. Ahmad meminta kasus dugaan pelanggaran HAM itu diproses hingga ke persidangan guna membuktikan indikasi yang unlawful killing.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif