Ilustrasi persidangan. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi persidangan. Medcom.id/M Rizal

Tiga Tersangka Korupsi RTH Bandung Segera Diadili

Nasional kpk kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 21 Mei 2020 06:11
Jakarta: Tiga tersangka korupsi pengadaan tanah ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat pada 2012-2013 segera diadili. Berkas perkara tersangka telah dinyatakan lengkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Ketiganya ialah anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet. Kemudian eks Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung, Herry Nurhayat.
 
"Penyidik KPK melaksanakan tahap II atau menyerahkan tersangka dan barang bukti untuk tiga tersangka kepada tim jaksa penuntut umum," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa penuntut umum diberi waktu selama 14 hari kerja untuk segera merampungkan surat dakwaan. Setelah itu, berkas tersebut akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.
 
Selama menunggu proses perampungan surat dakwaan, ketiga tersangka akan ditahan selama 20 hari. Terhitung sejak Rabu, 20 Mei 2020, hingga Senin, 8 Juni 2020.
 
"Terdakwa Tomtom Daabul Qomar tetap ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK, Kadar Slamet tetap ditahan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur dan Herry Nurhayat juga masih tetap di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK," beber Ali.
 
Baca: Masa Penahanan Tersangka Korupsi RTH Bandung Diperpanjang
 
Selama proses penyidikan, KPK telah melakukan pemeriksaan sebanyak 287 saksi dan 4 ahli. Sebagian saksi dan ahli tersebut dimungkinkan untuk dihadirkan di persidangan ketiga tersangka.
 
Tomtom, Kadar, dan Herry dianggap bersekongkol menaikkan anggaran pengadaan enam RTH di 'Kota Kembang'. Dari hasil penyelidikan KPK, pengadaan RTH diketahui telah terealisasi.
 
Aliran dana untuk RTH Rp123,9 miliar untuk modal tanah dan belanja penunjang. Sementara itu, alokasi pembangunan RTH Mandalajati Rp33,45 miliar dan RTH Cibiru Rp80,7 miliar.
 
Kerugian negara ditaksir mencapai Rp26 miliar. Ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif