Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Penyelundupan Sabu dari Malaysia Terbongkar

Nasional narkoba
Kautsar Widya Prabowo • 12 Februari 2020 14:18
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi oleh jaringan internasional Malaysia-Indonesia. Barang haram itu diselundupkan melalui jalur laut.
 
Kasus ini diungkap polisi bersama Bea Cukai Riau. Satuan Tugas (Satgas) Narcotic Investigation Center (NIC) mengejar pelaku pada awal Januari 2020.
 
"Total kami sita barang bukti 59 kg narkoba jenis sabu. Kami dapat di tempat yang berbeda, ada di Pekanbaru dan Dumai," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Raden PrabowoArgo Yuwono di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Jakarta Selatan, Rabu, 12 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan, barang barang terlarang itu didapatkan di waktu dan lokasi berbeda. Sabtu, 4 Januari 2020, sabu 30 kg didapatkan di Dumai, Riau. Selasa, 21 Januari 2020, petugas mendapatkan sabu 15 kg di Pekanbaru, Riau. Senin, 10 Februari, sabu ditemukan di Dumai seberat 14 kg.
 
Petugas membekuk 11 tersangka peredaran sabu jaringan internasional itu. Tiga tersangka, Jon, Udin, dan Daus, diringkus di Pekanbaru. Di Sumatra Utara (Sumut), polisi meringkus dua tersangka: Mbo dan Panjul. Di Rokan Hilir, Riau, dua tersangka dibekuk: FS dan IW.
 
"TKP keempat di Dumai, tersangka diamankan bernama Tulang. TKP kelima tiga tersangka atas nama Riki, Sis, dan Rolas diamankan di Dumai," jelas Argo.
 
Penyelundupan Sabu dari Malaysia Terbongkar
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah) menunjukkan barang bukti sabu yang diedarkan jaringan Malaysia-Indonesia di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
 
Wakil Direktur (Wadir) Narkoba Bareskrim Polri Kombes Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, pelaku menggunakan modus mengedarkan barang haram dari kapal ke kapal. Narkoba rencananya didistribusikan ke Medan, Sumut; dan Jakarta.
 
"Kami langsung bekerja dengan polda sekitar untuk melakukan penindakan," tutur dia.
 
Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam penjara minimal enam tahun hingga seumur hidup.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif