Kemenkumham Akui Lemah Mengawasi Lapas Sukamiskin

Kautsar Widya Prabowo 22 Juli 2018 02:19 WIB
ott kpk
Kemenkumham Akui Lemah Mengawasi Lapas Sukamiskin
Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akui kecolongan terkait adanya fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami janji berbenah.

"Benar ada fasilitas yang tidak pada tempatnya, dan Bapak Menteri Hukum dan Ham (Yasonna Laoly) minta untuk segera dibenahi sesuai dengan standar," kata Sri saat konferensi pers di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Sabtu, 21 Juli 2018.

Sri menyatakan, insiden yang terjadi di Lapas Sukamiskin ulah Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Wahid kini jadi tersangka kasus dugaan suap terkait pelayanan di Lapas para koruptor itu.


Atas nama Kementerian Hukum dan HAM, Sri pun meminta maaf. Dia mengakui kejadian ini akibat lemahnya pengawasan.

"Dengan kejadian di Sukamiskin, pastinya kami mohon maaf pada seluru rakyat Indonesia, pada Bapak Presiden dan tentunya Menteri Hukum dan Ham ini masalah serius," imbuhnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lapas Sukamiskin. Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen dan lima orang lainnya ditangkap dalam operasi senyap itu.

Usai menjalani pemeriksaan, KPK menetapkan Wahid dan stafnya bernama Hendry Saputra sebagai tersangka. Dua napi penghuni Lapas Sukamiskin yakni Fahmi Darmawansyah dan Andi Rahmat juga ditetapkan sebagai tersangka. Keempatnya diduga melakukan praktik suap terkait fasilitas narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Kalapas Sukamiskin dan stafnya selaku penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).  

Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id