Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz. Foto: Cindy/Medcom.id
Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz. Foto: Cindy/Medcom.id

PDIP Diminta Membantu KPK Menangkap Harun Masiku

Nasional pdip OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 12 Januari 2020 13:45
Jakarta: Calon Anggota Legislatif (Caleg) PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku masih belum menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai PDI Perjuangan punya tanggung jawab membantu KPK.
 
"Kasus orang lari dari pengejaran KPK kan sudah sering, menurut saya partai bertanggung jawab untuk menghadirkan dia (Harun Masiku) diproses hukum KPK," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz saat dihubungi, Minggu, 12 Januari 2020.
 
Ia menilai PDIP tak bisa diam saja melihat Harun tak menyerahkan diri. Sebab, partai berlambang banteng itu punya tanggung jawab moral membawa Harun ke KPK. Di sisi lain, Harun juga diminta kooperatif menjalani proses hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Donal mendorong KPK agar mengembangkan kasus rasuah proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024. Pengusutan tak boleh mentok di Harun dan oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.
 
Terlebih, kata dia, KPU sempat mengatakan kalau PDIP ngotot agar Harun menggantikan Caleg PDIP lainnya Nazarudin Kiemas yang meninggal. Padahal, perolehan suara Harun bukan yang terbanyak setelah Nazarudin. Donal pun curiga dengan PDIP.
 
"Karena di dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 jelas diatur PAW itu diganti dengan jumlah suara terbanyak, sementara kan dia (Harun) suaranya jauh sangat dikit sekali, cuma 5.000 suara," kata Donal.
 
Donal pun menduga kuat ada oknum petinggi PDIP yang terlibat dalam kasus itu. Makanya, KPK diminta mengungkap motif PDIP yang berkukuh mengajukan Harun.
 
"Apa motif partai memperjuangkan Harun menjadi anggota DPR dengan mengorbankan anggota DPR yang sudah dilantik," kata Donal.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Dua di antaranya yakni komisioner KPU Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina.
 
Kemudian, Caleg PDIP daerah pemilihan Sumatera Selatan I Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful merupakan staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan hanya Harun Masiku yang belum ditahan KPK. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. Sementara itu, tiga tersangka lain menghuni rumah tahanan.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif