Eks Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Eks Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

KPK Cecar Gamawan Fauzi Soal Korupsi IPDN Rokan Hilir

Nasional kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 08 Januari 2019 18:37
Jakarta: Eks Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait dugaan korupsi pembangunan Gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahap II Rokan Hilir Riau tahun anggaran 2011.
 
Gamawan dikulik penyidik selama enam jam. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pejabat Kemendagri, Dudy Jocom dan dua orang dari pihak swasta.
 
"Saya jadi saksi tiga tersangka, Dudy dan dua dari perusahaan gitu," kata Gamawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gamawan mengatakan, terkait korupsi IPDN di Rokan Hilir proyek itu telah melewati proses review oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dia juga menjelaskan, bahwa proyek dibawah Rp100 miliar cukup ditangani oleh Sekjen.
 
"Karena nilainya dibawah Rp100 miliar itu bukan kewenangan saya, langsung dibawah Sekjen saja. Sebenarnya itu berjaga-jaga, berhati-hati, tapi salah juga rupanya, disalahgunakan oleh segelintir orang," ucap Gamawan.
 
Selain Dudy Jocom, dalam perkara ini KPK telah menetapkan dua tersangka lainnya. Mereka ialah mantan Kepala Divisi Gedung PT Hutama Karya bernama Budi Rachmat Kurniawan (BRK), dan Senior Manager PT Hutama Karya bernama Bambang Mustaqim (BMT).
 
Baca: Gamawan Baru Tahu Proyek Gedung IPDN Bermasalah
 
Para tersangka diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri, orang lain atau korporasi dalam pembangunan Gedung Kampus IPDN. Kerugian negara pada dugaan korupsi pembangunan pembangunan Kampus IPDN di Rokan Hilir Riau sebanyak Rp22,11 miliar.
 
Tak hanya di Riau, Dudy juga turut diduga terlibat dugaan korupsi gedung IPDN Provinsi Sumatera Barat di Kabupaten Agam. Kemudian dua proyek gedung kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara tahun anggaran 2011.
 
Kerugian negara pada pembangunan kampus IPDN di Agam, Sumatera Barat sekitar Rp34,8 miliar. Sementara kerugian proyek pembangunan Kampus IPDN di Sulawesi Selatan sekitar Rp11,18 miliar dan di Sulawesi Utara sekitar Rp9,378 miliar.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif