Jerinx SID. Foto: Instagram
Jerinx SID. Foto: Instagram

Kasus Pengancaman, Jerinx Akan Diperiksa Polisi pada 26 Juli

Nasional media sosial polri penembakan polisi Jerinx SID covid-19 pandemi covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 23 Juli 2021 14:12
Jakarta: Polda Metro Jaya mengirim surat pemanggilan kepada musisi I Gede Ariastina alias Jerinx. Dia diminta mengklarifikasi dugaan kasus ancaman melalui media elektronik terhadap pegiat media sosial Adam Deni.
 
"Kita jadwalkan Senin, 26 Juli 2021, nanti untuk hadir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 23 Juli 2021. 
 
Yusri berharap Jerinx memenuhi panggilan tersebut. Keterangan Jerinx diperlukan untuk membuat kasus terang-benderang. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasus ini berawal dari pertanyaan Deni terhadap pernyataan Jerinx, terkait sejumlah selebritas menerima endorse covid-19. Jerinx yakin beberapa tokoh publik dibayar untuk mengaku positif covid-19 dan menakut-nakuti masyarakat.
 
Deni meminta Jerinx membuktikan pernyataan tersebut dengan data atau bukti transaksi, bukan sekadar informasi bohong. Kemudian, Jerinx mengancam Deni melalui sambungan telepon. Jerinx juga berkata kasar berupa penghinaan.
 
Baca: Usut Kasus Pengancaman Jerinx, Polisi Periksa Pelapor 
 
Bahkan, Jerinx ingin menginjak kepala Deni di trotoar. Tak lama setelah itu, akun Instagram Jerinx hilang dan Deni dituduh pelakunya.
 
Deni mengungkapkan tudingan Jerinx ke publik, lalu istri Jerinx, Nora Alexandra, menyampaikan permohonan maaf atas perilaku Jerinx. Jalan tengah yang diharapkan Deni tak dipenuhi Jerinx, hingga akhirnya Deni mengambil langkah hukum.
 
Jerinx baru saja bebas dari penjara akibat menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kacung WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) melalui Instagramnya. IDI Bali melaporkan tindakna Jerinx.
 
Jerinx dinyatakan bersalah dan dikenakan Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45A Ayat (2) atau Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 Ayat 1 ke 1 KUHP. Ia divonis satu tahun dua bulan penjara.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif