Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Kejagung: Gratifikasi Dirut BTN Pintu Masuk Kasus Lain

Nasional Kasus Suap kasus korupsi BTN kejaksaan agung
Media Indonesia.com • 08 Oktober 2020 08:58
Jakarta: Kasus dugaan gratifikasi mantan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono didalami. Kejaksaan Agung (Kejagung) tak akan berhenti di dugaan suap.
 
"Ini sedang kita perdalam, gratifkasi itu kan pintu masuk saja, kita lihat ada alat buktinya, setelah itu kan kita akan lihat selama proses dia menjabat," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, seperti dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Maryono menjabat Dirut BTN dalam periode 2012 hingga 2019. Di diduga menerima suap pada 2013 dan 2014.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Gratifikasi Mantan Dirut BTN Bermula dari Pemberian Fasilitas Kredit
 
Menurut Febrie, tidak menutup kemungkinan ada dugaan rasuah lain dalam perkara ini. Mengingat durasi kepemimpinan Maryono cukup panjang.
 
"Nah, ini sedang dikembangkan karena periode beliau jadi dirut dari 2012-2019. Sehingga kita potret nanti dari periode itu, ada tidak tindak pidana korupsi yang terjadi selama proses itu," jelas Febrie.
 
Maryono diduga menerima uang agar pemberian fasilitas kredit mulus. Dia diduga mendapat Rp2,275 miliar dari Direktur PT Pelangi Putera Mandiri, Yunan Anwar dan Rp870 juta dari PT Titanium Property.
 
Uang gratifikasi diduga ditransfer melalui rekening bank menantu Maryono, Widi Kusuma Purwanto. Maryono dan Yunan telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, Widi dan pihak PT Titanium Property masih berstatus sebagai saksi.
 
(Tri Subarkah)
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif