Pengungkapan kasus video viral azal melafazkan jihad. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Pengungkapan kasus video viral azal melafazkan jihad. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Penyebar Video Azan Melafazkan Jihad Ditangkap

Nasional dki jakarta islam toleransi beragama
Siti Yona Hukmana • 03 Desember 2020 17:28
Jakarta: Penyebar video azan melafazkan jihad yang viral di media sosial WhatsApp dan Instagram ditangkap. Pria berinisial H yang ditangkap merupakan warga Cakung, Jakarta Timur.
 
"Pekerjaannya adalah kurir kliring dokumen di salah satu perusahaan swasta di Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Desember 2020.
 
H ditangkap pukul 04.30 WIB, Kamis, 3 Desember 2020. Penyidik telah menginterogasi H dan menetapkannya sebagai tersangka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


H menyebarkan video azan berlafaz jihad melalui akun Instagram pribadi @hashophasan. H mendapatkan video itu dari WhatsApp Group (WAG) Forum Muslim Cyber One (FMCO) News.
 
"Dia menemukan unggahan video itu, lalu meyebarkan secara masif. Hasil profiling, akun Instagram itu miliknya H," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
 
Baca: Wamenag: Azan Ajak Jihad Tak Relevan di Indonesia
 
Kasus ini berawal dari laporan masyarakat ke Polda Metro Jaya pada 29 November 2020. Pelapor melihat video provokasi yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antaragolongan (SARA) di Instagram @hashophasan.
 
"Video itu dapat menimbulkan provokasi, seolah-olah Indonesia sedang berjihad bertarung melawan musuh. Pelapor sebagai umat Islam merasa dirugikan selanjutnya membuat laproan ke polda," ungkap Yusri.
 
Berangkat dari laporan tersebut, Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus memulai penyelidikan. Profiling akun Instagram @hashophasan mengungkap H sebagai pemilik akun.
 
Polisi menyebut kasus ini tidak berhenti di penagkapan penyebar video. Polisi akan mengembangkan untuk menemukan tersangka lain.  Polisi masih mencari lokasi perekaman video tersebut dan orang-orang di dalamnya.
 
H dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). H terancam pidana penjara maksimal enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.
 
Sebuah video azan berdurasi 30 detik beredar di media sosial WhatsApp. Dalam video itu tampak lima orang pria, satu muazin dan empat makmum.
 
Awalnya, Muazin melafazkan azan seperti biasa. Namun, dia mengucapkan hayya alal jihad di bagian akhir azan, bukan hayya alal shalah. Ucapan haiyya alal jihad pun diikuti oleh empat makmumnya dengan mengepal dan mengangkat satu tangan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif