Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Pelarian Nurhadi Diduga Dibantu Saudara Dekat

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 17 November 2020 20:43
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengembangkan penyelidikan kasus suap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. KPK menemukan bukti saudara dekat Nurhadi terlibat dalam pelarian mantan buronan kasus korupsi itu.
 
"Kami sudah menemukan satu orang yang berdasarkan pengumpulan alat bukti, orang ini sebagai yang membantu pelarian atau menghalang-halangi," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 17 November 2020.
 
Karyoto menyebut pengembangan kasus ini masih dalam penyelidikan. Sehingga pihaknya belum bisa mengungkap sosok yang dimaksud.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah yang diduga ini berpangkat atau memiliki jabatan? Tidak. Ini adalah saudara dekatnya sendiri," ucap dia.
 
Dia menuturkan pimpinan Lembaga Antirasuah perlu menggelar ekspose untuk menentukan peningkatan status perkara. Karyoto menegaskan pihak-pihak yang membantu Nurhadi dalam pelarian bisa dijerat pasal merintangi penyidikan. Perkembangan kasus ini akan diungkap beberapa minggu ke depan.
 
Nurhadi tengah disidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia didakwa menerima suap dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) dalam penanganan perkara di MA. Nurhadi juga diduga menerima uang Rp83 miliar dari tujuh perkara yang diurus di pengadilan tingkat pertama hingga peninjauan kembali.
 
Nurhadi sempat menjadi DPO sekitar empat bulan. Ia akhirnya ditangkap di sebuah rumah mewah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, awal Juni 2020.
 
(Baca: Marzuki Alie Sebut Pernyataan Kakak Penyuap Nurhadi Ngawur)
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif