Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi. Antara/Sigid Kurniawan

Istri Nurhadi Diperiksa Terkait Pelarian Suami dan Keponakan

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 23 Juni 2020 04:24
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali keterangan istri Nurhadi, Tin Zuraida, saat penangkapan suaminya. Tin diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pada penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016 yang menjerat Nurhadi.
 
Tin diperiksa sebagai saksi untuk tiga tersangka sekaligus. Ketiganya ialah Nurhadi, menantunya, Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.
 
"Penyidik mengkonfirmasi kepada saksi tersebut antara lain mengenai pengkondisian yang disiapkan dan dilakukan saksi ketika tersangka Nurhadi ditangkap," ujar pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aset-aset yang dimiliki oleh Tin bersama Nurhadi juga ditelisik penyidik. Kemudian terkait penerimaan sejumlah uang yang diberikan Nurhadi kepada Tin.
 
Ali mengungkapkan, materi pemeriksaan juga menyingung hubungan kedekatan antara Tin dengan Kardi. Tin diduga telah menikah siri dengan Kardi pada 2001 silam.
 
Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, ditangkap Senin malam, 1 Juni 2020. Nurhadi dan Rezky ditangkap setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) atau menjadi buron sejak pertengahan Februari 2020
 
Nurhadi saat menjabat Sekretaris MA diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Hiendra Soenjoto lewat Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Nurhadi juga diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA, juga untuk permohonan perwalian.
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif