Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membeberkan alat bukri kasus pencemaran nama baik artis Syahrini di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Mei 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membeberkan alat bukri kasus pencemaran nama baik artis Syahrini di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Mei 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Imbau Masyarakat Bijak Bermedsos

Nasional pencemaran nama baik
Siti Yona Hukmana • 28 Mei 2020 14:39
Jakarta: Polisi mengimbau masyarakat bijak menggunakan media sosial (medsos). Mengunggah informasi yang tidak akurat bisa berujung pidana.
 
"Jangan langsung main posting. Ada UU ITE yang mengatur, ancamannya tinggi bisa penjara 4 sampai 6 tahun tanpa disadari," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Menurut Yusri, kecepatan dalam menyampaikan informasi di media sosial tidak baik jika meninggalkan unsur akurasi. Alangkah baiknya, kata dia, saring sebelum sharing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bijaklah bermedsos. Kemudian agar mengonfirmasi terlebih dahulu, cek dulu benar atau tidak berita itu," ujar Yusri.
 
Yusri mengingatkan saat ini Subdit IV Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menangani 480 kasus berita hoaks. Beberapa di antaranya telah terungkap dan menahan penyebar hoaksnya.
 
"Banyak juga yang sudah kita sampaikan ke Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) meminta itu akun di-takedown karena nanti bisa jadi menyesatkan masyarakat yang tidak mengerti," ungkap Yusri.
 
Baca:Polisi Buru Penyebar Lain Video Hoaks Mirip Artis Syahrini
 
Artis Syahrini tengah menjadi korban pencemaran nama baik. Dia diterpa konten video hoaks. Syahrini melaporkan kejadian itu ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 12 Mei 2020.
 
Konten hoaks itu disebar oleh akun Instagram @danunyinyir99 dan @rumpi.manja.official. Pemilik akun @danunyinyir99 telah ditangkap di Kediri, Jawa Timur pada Selasa, 19 Mei 2020. Kini, polisi tengah memburu pemilik akun lainnya yang diketahui berada di Bali.
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif