Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus merilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Buru Komplotan Penipu Lewat Pemilik Apartemen

Nasional penipuan
Siti Yona Hukmana • 14 Februari 2020 09:26
Jakarta: Dua tersangka penipuan penyewaan apartemen di wilayah Jakarta, D dan E masih diburu polisi. Bahkan, polisi memeriksa pemilik apartemen untuk menelusuri keberadaan dua orang tersebut.
 
"Pemilik apartemen kita jadikan saksi. Semoga ada petunjuk untuk menemukan kedua tersangka," kata Pembantu Unit (Panit) 2 Subdit 3 Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKP Adam M Pradana saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020.
 
D adalah isteri dari narapidana Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Tangerang, Banten berinisial F. Narapidana itu merupakan otak penipuan penyewaan apartemen tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari pengakuan F penipuan dilakukan karena faktor ekonomi. Modusnya, F menyewa kamar di beberapa apartemen selama satu minggu. F kemudian menyewakan kembali unit itu dengan durasi sewa lebih panjang dengan mengiklankan lewat OLX.
 
F lewat sang istri, D berperan meyakinkan korban untuk menyewa unit apartemen dengan melakukan video call dan komunikasi langsung. Lalu, kakak kandung F, berinisial E mendapat tugas menerima transferan uang atas penyewaan unit apartemen tersebut.
 
Polisi Buru Komplotan Penipu Lewat Pemilik Apartemen
Ilustrasi: Medcom.id
 
Setelah transaksi rampung, penyewa atau korban kemudian masuk ke apartemen. Namun, korban diusir oleh pemilik unit apartemen karena waktu sewa habis.
 
Polisi telah mengamankan tiga tersangka yakni narapidana F, E dan B. Tersangka E dan B tak memiliki hubungan dengan narapidana F. Dua tersangka itu direkrut oleh F melalui media sosial Facebook.
 
Pelaku beraksi sejak Desember 2019. Ada 15 orang yang telah menjadi korban. Rata-rata korban menyewa untuk satu tahun dengan biaya Rp39 juta.
 
Para tersangka beraksi di sejumlah apartemen. Di antaranya apartemen Mediterania, apartemen Green Pramuka, apartemen Bassura City, dan apartemen Kebagusan City.
 
Polisi terus mendalami kasus ini. Adam meyakini ada korban lainnya yang belum teridentifikasi. Para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.
 

 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif