Ilustrasi Kejagung. Dok. Media Indonesia
Ilustrasi Kejagung. Dok. Media Indonesia

Kinerja Kejagung dalam Mengusut Kasus Jiwasraya Dipertanyakan

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 29 Juli 2020 18:44
Jakarta: Kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut kasus gagal bayar Jiwasraya dipertanyakan. Pasalnya, Kejagung tak kunjung memanggil mantan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menyelisik kasus rasuah di Jiwasraya.
 
“Saya jadi bertanya-tanya, ada apa dengan Kejagung? Kok enggak berani panggil Rini," kata pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng, melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Menurut dia, kesaksian Rini penting untuk menjelaskan kasus ini. Perannya dalam sengkarut asuransi milik negara itu tak bisa dikesampingkan. Terlebih, kasus ini muncul berdekatan dengan habisnya masa jabatan Rini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya kira, demi persamaan di muka hukum, Rini harus diperiksa," kata Daeng.
 
Dia menyinyalir Rini mengetahui borok perusahaan pelat merah itu. Namun membiarkan Jiwasraya babak belur.
 
Baca: Kejagung Buka Peluang Panggil Rini Soemarno
 
Pada awal Januari 2020, Kejagung mengungkap kemungkinan memanggil Rini untuk dimintai keterangan terkait kasus Jiwasraya. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menyebut pemeriksaan itu sesuai kebutuhan penyidik.
 
"Jika diperlukan, nanti akan ditindaklanjuti (pemanggilan Rini Soemarno)," kata Hari di kantor Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Januari 2019.
 
Setiyono menyebut Rini bakal dimintai keterangan terkait kewenangan dan kapasitasnya sebagai Menteri BUMN saat itu. Pemanggilan pada Rini belum terjadwal.
 
"Tergantung dari rencana penyidikan. Untuk kegiatan minggu ini sampai dengan Kamis nanti kami sampaikan," kata dia.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif