Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Berkas Perkara Pelapor Pendiri Kaskus Mulai Disusun

Nasional pencemaran nama baik
Siti Yona Hukmana • 07 Juli 2020 22:22
Jakarta: Kepolisian mulai menyusun berkas pelapor pendiri Kaskus Andrew Darwis, Jack Boyd Lapian (JBL). Keterangan Jack dinilai cukup.
 
"JBL sudah cukup pemeriksaannya, segera penyidik melengkapi berkas untuk segera dikirim ke jaksa penuntut umum (JPU)," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.
 
Awi mengatakan penyidik telah memeriksa klien Jack, Titi Sumawijaya Empel (TSE). Namun, pemeriksaan Titi belum rampung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk TSE pemeriksaan dari pukul 11.00-16.00 WIB hari ini selesai, minta ditunda lagi Kamis, 9 Juli 2020 alasan magnya kambuh," ujar Awi.
 
Sebelumnya, Titi sempat tak hadir pada panggilan pemeriksaan pertama. Dia tak memenuhi panggilan dengan alasan sakit.
 
Polisi menetapkan Jack dan Titi sebagai tersangka setelah gelar perkara. Mereka terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Andrew.
 
Jack dikenakan Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jack terancam hukuman paling lama empat tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp750 juta.
 
Sementara itu, Titi dijerat Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Pasal 311 KUHP tentang Fitnah. Titi terancam hukuman paling lama empat tahun penjara.
 
Baca: Pelapor Pendiri Kaskus Diperiksa Sebagai Tersangka
 
Andrew sebelumnya melaporkan Jack dan Titi atas dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri. Laporan Andrew terdaftar dengan nomor LP/B/097/XI/2019/Bareskrim pada 13 November 2019.
 
Andrew tak terima karena Titi bersama Jack, selaku kuasa hukum, melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Andrew diadukan ke polisi karena disebut telah melakukan penipuan dalam peminjaman uang.
 
Jack mengatakan kasus ini bermula saat Titi meminjam uang kepada David Wira yang diduga tangan kanan Andrew dengan jaminan sertifikat gedung. Namun, uang yang diterima Titi tidak sesuai dengan perjanjian awal.
 
"Dari pinjaman Rp15 miliar yang terealisasi Rp5 miliar," kata Jack Lapian, Senin, 16 September 2019.
 
Setelah Titi menerima uang tersebut, sertifikat gedung yang diagunkan pun beralih nama menjadi Andrew Darwis. Pengalihan nama sertifikat ini yang dipersoalkan ke polisi.
 
Jack mengatakan kliennya meminjam uang pada November 2018 dengan masa pinjaman selama 13 tahun. Namun, baru sebulan pinjaman berjalan sertifikat gedung milik Titi telah berubah nama. Mulanya menjadi atas nama Susanto sebelum akhirnya berubah kembali dengan nama Andrew Darwis.
 
"Sertifikat itu diagunkan oleh Andrew Darwis ke UOB Bank," kata Jack.
 
Titi kemudian melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 13 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2959/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor atas nama Titi Sumawijaya, dan terlapor Andrew Darwis.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif