Rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta. Foto: Metro TV/Reno Reksa
Rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta. Foto: Metro TV/Reno Reksa

Tak Tanya Soal CCTV ke Ferdy Sambo, Acay: Enggak Berani

Fachri Audhia Hafiez • 26 November 2022 00:07
Jakarta: Mantan Kanit I Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Ari Cahya Nugraha alias Acay mengaku tak berani menanyakan terkait CCTV ke Ferdy Sambo. Sebab, posisi Ferdy Sambo saat itu menjabat Kadiv Propam Polri.
 
Acay mengaku awalnya mengetahui peristiwa baku tembak antaranggota polisi di kediaman dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Jakarta Selatan. Dia diperintah Ferdy Sambo untuk ke tempat kejadian perkara (TKP) pada 8 Juli 2022 atau hari dibunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Dia sempat melihat situasi di rumah dinas Ferdy Sambo.
 
"Tadi saksi bilang tentang CCTV, kok insting saksi pada saat tiba untuk melihat CCTV, ada enggak penyampaian di Duren Tiga tersebut, kan saksi kan mengetahui tentang ceritanya tembak menembak, ada enggak saksi tanyakan 'CCTV ada nih?'," tanya jaksa penuntut umum (JPU) saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat, 25 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak," ucap Acay.
 
"Enggak mempertanyakan?" tanya jaksa mempertegas.
 
"Enggak berani Pak saya nanya Pak Sambo, (Dia) Kadiv Propam," ucap Acay.
 
Acay mengaku melihat persis posisi CCTV. Terdapat dua CCTV yang Acay lihat, tetapi tak berani menanyakan.
 
"Pada saat saksi bilang itu ada CCTV, kapan saudara mengetahui itu?" tanya jaksa.
 
"Saya lihat Pak," ucap Acay.
 

Baca: Hakim ke Satpam Kompleks Polri Soal Momen Ganti CCTV: Terima Imbalan?


"Cuma lihat dua CCTV di dalam (rumah Ferdy Sambo), sama di rumah Kasatreskrim ya (mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit)," kata jaksa.
 
Acay dihadirkan sebagai saksi untuk tersangka Arif Rachman Arifin. Arif didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(AZF)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif