Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban. Medocm.id/Siti Yona Hukmana
Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban. Medocm.id/Siti Yona Hukmana

Polisi Tolak Laporan Dugaan Penistaan Agama Terhadap Abdul Somad

Nasional polri ujaran kebencian Penodaan Agama
Siti Yona Hukmana • 20 Januari 2022 03:12
Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (PPGI) melaporkan ustaz Abdul Somad (UAS) atas kasus dugaan penistaan agama ke Bareskrim Polri. Namun, polisi menolak laporan itu.
 
"Kami ke sini untuk menyampaikan laporan polisi atas pernyataan ustaz Abdul Somad yang sampai saat ini masih beredar di media sosial (medsos), tapi kecewa (laporan) kami ditolak," kata Ketua Umum PPGI Maruli Tua Silaban di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Maruli mengaku ingin perkara tersebut ditindak secara hukum. Namun, upaya dan niatnya mencari keadilan atas dugaan penistaan terhadap umat Kristen ditolak pihak Bareskrim Polri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami kecewa kepada institusi Polri," ujar Maruli.
 
Dia menyebut polisi beralasan laporan ditolak karena kurang bukti. Penyidik meminta setidaknya dua alat bukti atas dugaan penistaan agama oleh Abdul Somad.
 
"Menurut kami perbuatan ustaz Abdul Somad itu telah memenuhi syarat, karena secara nyata niat perbuatannya telah melanggar memasuki ajaran agama orang lain," tutur dia.
 
Pihaknya masih mempertimbangkan untuk melengkapi alat bukti. Dia menyebut sejatinya kasus ini telah dilaporkan pihak lain ke Polda Metro Jaya.
 
Namun, kata dia, hingga saat ini tidak ada kepastian hukum dalam kasus tersebut. Sehingga, Maruli memilih datang ke Bareskrim Polri agar kepolisian menindaklanjuti kasus itu.
 
"Kalau dibiarkan akan mengganggu kenyamanan dalam berkeyakinan, termasuk dalam investasi dan negara di sini. Menurut hemat kami untuk membuktikan rasa kepastian berkeyakinan dan keadilan itu negara abai," tutur dia.
 
Maruli menuturkan dugaan penodaan agama oleh UAS terjadi saat pengajian. Pernyataan UAS direkam dan diunggah di YouTube.
 
UAS dinilai membuat pernyataan yang menyinggung perasaan, membuat marah, menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, baik individu maupun kelompok antara pemeluk agama lain kepada umat Kristen.
 
Maruli mengaku telah mengantongi rekaman pernyataan UAS yang diyakini melecehkan atau menodai ajaran agama umat Kristen. UAS disebut memberikan pernyataan 'Salib didiami jin kafir, karena patung yang tergantung di situ. Begitu juga simbol palang merah di ambulans, itu lambang kafir'.
 
"Pernyataan itu merupakan bukti yang sempurna, adanya niat dan disiarkan pada kesadaran yang tinggi untuk menista/menodai ajaran agama umat Kristiani," kata Maruli.
 
Baca: Pria Penendang Sesajen di Gunung Semeru Jadi Tersangka Penodaan Agama
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif