Senjata api terkait kasus aksi koboi pengemudi Lamborghini. Foto: Medcom.id/Jufriansyah
Senjata api terkait kasus aksi koboi pengemudi Lamborghini. Foto: Medcom.id/Jufriansyah

Anak Ayu Azhari Perantara Penjualan Senjata

Nasional senjata api penembakan
Jufriansyah • 09 Januari 2020 19:55
Jakarta: Anak aktris Ayu Azhari, Axel Djody Gondokusumo, disebut bukan penjual senjata yang dimiliki tersangka Abdul Malik, pengemudi Lamborgini yang bertingkah seperti koboi. Dia hanya menghubungkan pemasok senjata api (senpi) dengan Malik.
 
"ADG (Axel Djody Gondokusumo) ini hanya sebagai perantara," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar (Kombes) Bastoni Purnama di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Menurut dia, Axel dan tersangka lain, Muhammad Setiawan Arifin, sama-sama berperan sebagai pentara. Keduanya mendapatkan upah dari hasil penjualan senjata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau yang (senpi) M16 itu kan dia dijual Rp80 juta, fee-nya Rp 1 juta. Tapi kalau yang M4 itu dijual Rp115 juta dapat masing-masing Rp8 juta. ADG Rp8 juta, si MSA (Muhamad Setiawan Arifin) Rp8 juta," kata Bastoni.
 
Bastoni mengatakan dari keterangan para tersangka, senpi-senpi tersebut didapat dari M. Pemasok senjata api ini masih buron. Dia sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
Anak sulung Ayu Azhari ini ditangkap dalam pengembangan perkara kepemilikan senjata api ilegal Abdul Malik. Polisi mememukan senjata laras panjang, pistol, peluru, hingga granat di brankas Malik.
 
Axel ditangkap di rumahnya di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu, 29 Desember 2019. Saat kepolisian menggeledah rumahnya, polisi tidak menemukan barang bukti senjata api.
 
Sementara itu, Abdul Malik berurusan dengan hukum setelah menodongkan senjata api kepada dua pelajar SMA di Kemang, Jaksel, Sabtu, 21 Desember 2019. Peristiwa itu bermula ketika pelaku yang mengemudikan supercar Lamborghini itu berpapasan dengan korban.
 
Pelaku merasa diejak oleh kedua bocah. Abdul Malik naik pitam hingga mengeluarkan makian kasar kepada korban. Dari mobil bernomor polisi B 27 AYR itu, dia kemudian meletuskan tembakan peringatan agar korban tak kabur.
 
Pada Minggu, 22 Desember 2019, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jaksel. Setelah penyelidikan, pemilik mobil pabrikan Italia itu ditangkap pada Senin, 23 Desember 2019, malam.
 
Polisi menyita barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan sembilan peluru aktif. Kartu keanggotaan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), surat kendaraan, serta kartu izin menggunakan senjata juga dirampas.
 
Polisi pun mendapati Abdul memiliki empat satwa dilindungi yang diawetkan saat rumahnya digeledah. Hewan itu meliputi harimau Sumatra, rusa Bawean, hingga burung cenderawasih.
 
Atas aksi koboinya, AM terjerat Pasal 335 dan 336 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pengancaman. Selain itu, dia dikenakan Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 huruf b dan d Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
 

 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif