Jaksa Agung M Prasetyo - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Jaksa Agung M Prasetyo - Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Jaksa Agung Minta Baiq Nuril Tak Khawatir

Nasional pelecehan seksual pencemaran nama baik
Theofilus Ifan Sucipto • 12 Juli 2019 12:57
Jakarta: Jaksa Agung M Prasetyo meminta terdakwa kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE) Baiq Nuril tak khawatir soal eksekusi. Prasetyo berjanji mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menjebloskan Nuril ke penjara.
 
"Ibu Baiq Nuril tidak perlu khawatir dan ketakutan pada eksekusi dimasukkan dalam jeruji besi," kata Prasetyo di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Prasetyo mematikan melihat perkembangan kasus sebelum mengeksekusi penahanan Nuril. Berbagai aspek akan dipikirkan meski pada dasaranya putusan Mahkamah Agung harus dilaksanakan. Kasus mantan guru honorer di Mataram, NTB, itu pun sudah inkrah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kejagung, tegas dia, juga harus menimbang rasa keadilan. "Hukum bukan sekadar mencari keadilan dan kebenaran. Tapi (sisi) kemanfaatan (juga) harus diperhatikan yaitu hak asasi manusia (HAM)," ujar Prasetyo.
 
(Baca juga:Menkumham Tandatangani Surat Rekomendasi Amnesti Baiq Nuril)
 
Prasetyo menyebut kasus Nuril memiliki kepentingan hukum yang lebih besar. Kasus tersebut, bagian dari kesetaraan gender yang harus diperhatikan bersama.
 
"Politik kesetaraan gender melindungi perempuan terhadap pelanggaran HAM," tegas Prasetyo.
 
Ratusan surat permohonan penangguhan eksekusi pada Baiq Nuril dikirim ke Kejaksaan Agung. Mereka meminta Nuril tak dipenjara.
 
Kuasa hukum Nuril mengatakan ada 132 surat permohonan penangguhan untuk Nuril. Anggota DPR Rieke Diah Pitaloka memerinci tiga surat dari DPRD provinsi, tiga surat dari DPRD kota, 14 surat dari DPRD kabupaten, 36 surat dari lembaga dan 76 surat dari perorangan.
 
MA menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Baiq atas kasus pelanggaran UU ITE. Guru honorer SMAN 7 Kota Mataram itu dituduh menyebarluaskan rekaman dugaan asusila yang dilakukan Kepala Sekolah SMAN 7.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif