Jaksa Agung ST Burhanuddin usai Shalat Jumat di kantor Kejeksaan Agung RI, Jumat, 25 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/ Kautsar
Jaksa Agung ST Burhanuddin usai Shalat Jumat di kantor Kejeksaan Agung RI, Jumat, 25 Oktober 2019. Foto: Medcom.id/ Kautsar

Jaksa Agung Enggan Gegabah Eksekusi Terhukum Mati

Nasional hukuman mati
Kautsar Widya Prabowo • 25 Oktober 2019 14:26
Jakarta: Jaksa Agung Sanitar (ST) Burhanuddin menyebut Kejaksaan Agung akan mendata kasus-kasus dengan vonis hukuman mati. Pemerintah secepatnya menjalankan eksekusi jika perkara sudah berstatus hukum tetap (inkrah).
 
"Ada beberapa perkara yang belum inkrah (hukuman tetap). Pasti kita akan eksekusi (kalau inkrah)," ujar ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Burhanuddin meminta waktu untuk mempelajari dan mendalami kasus-kasus dengan vonis hukuman mati. Ia enggan eksekusi dilakukan dengan potensi perubahan status hukum di tengah jalan .

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu yang kita hindari," tuturnya.
 
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Ali Mukartono mengungkap ratusan perkara dengan vonis hukuman mati saat masih dalam proses peradilan. Sebagian perkara masih dalam peninjauan kembali.
 
"Kita harus berikan haknya dulu. Soal waktu eksekusi tergantung selesainya proses hukum," jelasnya.
 
Sebanyak 274 orang divonis pidana mati dengan berbagai perkara. Rincian tervonis mati terdiri dari 68 perkara pembunuhan, 90 tervonis perkara narkotika, delapan perkara perampokan, satu terorisme, satu perkara pencurian, satu perkara kesusilaan, dan 105 pidana lainnya.
 
Dari 274 tervonis itu, 26 tervonis menghuni sejumlah lembaga pemasyarakat (lapas) di Jakarta. Mereka terdiri dari 24 pelaku tindak pidana narkotika dan dua tervonis perkara pembunuhan.
 

(WHS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif