Bom. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Bom. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Teroris Kekinian Berguru dari Medsos

Nasional terorisme
Ilham Pratama Putra • 06 Juni 2019 15:35
Jakarta: Pengamat terorisme Al Chaidar menyebut teroris saat ini semakin kekinian. Mereka menerima doktrin hingga belajar merakit bom bermodalkan media sosial (medsos).
 
"Itu jalur yang paling sering mereka gunakan sekarang. Karena saat ini pengajian langsung atau pelatihan langsung itu susah diberikan," kata Al kepada Medcom.id, Kamis, 6 Juni 2019.
 
Fenomena ini terjadi pada EY, 27, pemimpin organisasi teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi, Jawa Barat, yang dilumpuhkan di Bekasi, Rabu, 8 Mei 2019. EY belajar merakit bom dari Twitter dan YouTube.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Al, ada kecendrungan jika materi diberikan secara langsung akan mudah terlacak. Untuk itu, teroris kini lebih memilih dunia digital untuk belajar. "Mereka lebih cepat menerima itu lewat internet," ujar Al.
 
Namun, polisi memastikan layanan atau situs dan akun terkait terorisme sudah dilumpuhkan. Setelah diselidiki, EY diketahui memang terkenal mahir dalam teknologi.
 
"EY basisnya punya kemampuan elektronik dan mereparasi gawai. Dia juga belajar dari media sosial," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Baca: Remaja Rentan Dipinang Jadi 'Pengantin Bom'
 
Melalui medsos itu, terang dia, EY melihat pembuatan bom yang sudah diledakan di Suriah, Irak, dan Sri Lanka. Video itu kemudian memotivasi EY untuk membuat bom.
 
EY tak sendiri saat diringkus malam itu. Dia ditangkap bersama YM, 18, di rumahnya di Bojong Rawa, Rawa Lumbu, Bekasi.
 
Densus 88 menyita sejumlah barang bukti seperti dua bom pipa yang sudah jadi dan disebut Mother of Satan. Sebutan itu diberikan karena daya ledakan bom yang tinggi.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif