Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Densus 88 Monitor Pergerakan 30 Teroris

Nasional terorisme
Siti Yona Hukmana • 27 Juni 2019 15:31
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memonitor pergerakan 30 terduga teroris yang diduga masuk ke wilayah Jakarta pada Rabu, 26 Juni 2019. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyerangan yang dilakukan oleh terduga teroris.
 
"30 teroris itu masih dimonitor Densus 88 dengan satgas radikalisme, berdasarkan mapping baik dari JAD, maupun sifatnya simpatisan, seperti kejadian di Solo," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Para terduga teroris yang masuk ke Jakarta diduga akan menyusup ke massa yang tengah berunjuk rasa di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi massa ini berkaitan dengan sidang putusan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dedi mengatakan hingga saat ini belum mendeteksi adanya penyusupan tersebut. Namun, Polri tak mau lengah
 
"Info saya tanyakan belum ditemukan (penyusup). Namun, dalam hal ini Polri tidak underestimate," ujar dia.
 
Dedi menyampaikan pihaknya saat ini sedang menyelidiki jaringan dari 30 terduga teroris tersebut. "Jadi yang bergerak itu dari JAD Jabarkah, atau JAD Lampung sudah kita monitor. Sampai hari ini belum teridentifikasi. Kalau ada nanti langsung ditangkap di tempat," ucap dia.
 
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan ada 30 teroris yang masuk ke Jakarta menjelang sidang putusan sengketa pilpres. Moeldoko memastikan pemerintah sudah melakukan aksi preventif dengan mengikuti pergerakan puluhan terduga teroris itu.
 
"Sudah diikuti (kelompok terorisme), yang penting sudah diikuti," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif