Sidang kasus terdakwa obstruction of justice terkait pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Arifin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang kasus terdakwa obstruction of justice terkait pembunuhan Brigadir J, Arif Rachman Arifin. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Rumah Sambo Secara Virtual

Fachri Audhia Hafiez • 02 Desember 2022 19:29
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghadirkan saksi Ketua RT 05 RW 01 Kompleks Polri, Seno Sukarto. Ketua RT di kawasan rumah dinas Ferdy Sambo itu diminta hadir dalam sidang kasus obstruction of justice perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J untuk terdakwa Arif Rachman Arifin.
 
Awalnya, jaksa mengatakan bahwa Seno mestinya hadir pada sidang pemeriksaan saksi hari ini. Namun, dia tak hadir karena sedang sakit.
 
"Minggu ini sudah kita lakukan pemanggilan, akan tetapi pihak yang bersangkutan tidak bisa hadir karena kondisi yang tidak sehat," kata jaksa saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jumat, 2 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jaksa menunjukkan surat keterangan sakit dari Seno kepada majelis hakim dan tim penasihat hukum Arif. Namun, tim penasihat hukum Arif keberatan dan meminta mengupayakan kehadiran Seno secara virtual pada persidangan berikutnya.
 
"Kapan saudara bisa beri tahu kan kepada kami?," tanya Hakim Seno ke jaksa.
 
"Kami upayakan Kamis depan majelis," ujar jaksa.
 
"Kamis depan, oke. Oke tanggal 8 Desember ya kita akan buka persidangan ini dengan mendengarkan saksi dari Seno. Tapi untuk memastikannya beri tahu kepada kami biar kami siapkan," ucap Hakim Seno.

Baca: Kubu Arif Rachman Permasalahkan Soal Pelanggaran SOP Gegara Proses Autopsi


Seno tercatat tidak pernah hadir di persidangan untuk terdakwa lain pada perkara Brigadir J lantaran sedang sakit. Jaksa hanya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Seno di persidangan.
 
Pada perkara ini, Arif didakwa terlibat kasus obstruction of justice dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
 
Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Adi Purnama, Irfan Widyanto, Baiquni Wibowo, dan Chuck Putranto serta Ferdy Sambo. Mereka juga berstatus terdakwa dalam perkara ini.
 
Mereka didakwa melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 subsider Pasal 48 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau diancam dengan pidana dalam Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke-2 jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif