Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Tersangka Kasus Penipuan Rionald Soerjanto Mangkir Agenda Pemeriksaan

Siti Yona Hukmana • 12 Agustus 2022 17:04
Jakarta: Rionald Anggara Soerjanto mangkir dari pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri pada Kamis, 11 Agustus 2022. Dia sejatinya akan diperiksa sebagai tersangka kasus penipuan PT Asli Rancangan Indonesia.
 
"Perkembangan yang dapat disampaikan bahwa tersangka RAS selaku Direktur Operasional PT Asli Rancangan Indonesia tidak memenuhi jadwal panggilan penyidik pada Kamis, 11 Agustus 2022 kemarin," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dikonfirmasi, Jumat, 12 Agustus 2022.
 
Ramadhan tak membeberkan alasan tersangka Rionald absen. Jenderal bintang satu itu mengatakan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menjadwalkan ulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyidik telah mengirimkan surat panggilan kedua pada Kamis, 21 Agustus 2022 untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka," ujar Ramadhan.
 

Baca: Rionald Soerjanto Jadi Tersangka Kasus Penipuan PT Asli Rancangan Indonesia


Dihubungi terpisah, Direktur Operasional PT Asli Rancangan Indonesia Agus Christianto memastikan Rionald Anggara Soerjanto sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut. Pria asal Cirebon itu sudah lama berhenti.
 
"RAS saat ini sudah tidak bekerja di PT Asli Rancangan Indonesia sejak 27 Agustus 2021," kata Agus dalam keterangannya
 
Agus menjelaskan Rionald Soerjanto diduga melakukan perbuatan tindak pidana itu saat menjabat sebagai Direktur Operasional PT Asli Rancangan Indonesia periode 2018-Agustus 2021. Rionald diduga melakukan aksinya dengan modus menimbulkan reseller rekayasa yang seolah-olah bekerja memasarkan produk PT Asli Rancangan Indonesia.
 
"Padahal mereka tidak bekerja apa-apa, dan uang fee yang diterima oleh para reseller rekayasa itu sebagian besar ditransfer kembali ke rekening Rionald," jelas Agus.
 
Agus mengungkapkan selain perkara tersebut, pihaknya juga melaporkan Rionald ke Bareskrim Polri terkait dugaan penggelapan dalam pembelian-pembelian Capital Expenditure (Capex) perusahaan Asli Rancangan Indonesia. Akibat perbuatan itu, kata dia, perusahaan merugi Rp100 miliar.
 
"Dari jumlah tersebut yang sudah dapat dibuktikan oleh penyidik senilai Rp37,4 miliar, dari sisi reseller rekayasa. Sedangkan, dugaan kerugian dari sisi pembelian Capex masih didalami oleh penyidik," kata Agus.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif