Kasus Bupati Ngada Selangkah Lagi ke Meja Hijau

M Sholahadhin Azhar 08 Juni 2018 18:52 WIB
kasus suap
Kasus Bupati Ngada Selangkah Lagi ke Meja Hijau
Tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan di Kabupaten Ngada, NTT, Marianus Sae, dikawal petugas keluar dari Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Berkas penyidikan Bupati nonaktif Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae, telah dirampungkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasus Marianus segera masuk ke meja hijau.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut perkara suap terhadap Marianus sudah masuk ke penuntutan. Sidang bakal digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur. 

"Kamis, 7 Juni 2018, dilakukan pelimpahan berkas, barang bukti dan Bupati Ngada ke penuntutan tahap 2," kata Febri di Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.


Menurut dia, ada waktu 14 hari bagi jaksa penuntut umum (JPU) untuk menyusun dakwaan. Dalam kasus ini, KPK telah memeriksa 26 saksi dari PNS Kabupaten Ngada, karyawan BUMN, dan unsur swasta. 

KPK menetapkan Marianus dan Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbum sebagai tersangka pada kasus ini. Marianus diduga menerima suap sebesar Rp4,1 miliar dari Wilhelmus terkait proyek infrastruktur senilai Rp54 miliar.

Baca: KPK Perpanjang Penahanan Bupati Ngada

Sebagai penerima, Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20017.

Sementara itu, Wilhelmus sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id