Bukti Keterlibatan Boediono pada Kasus Century Diminta Dipertajam

Juven Martua Sitompul 17 April 2018 16:01 WIB
kasus century
Bukti Keterlibatan Boediono pada Kasus Century Diminta Dipertajam
Ketua KPK Agus Rahardjo - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Jakarta: Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menugaskan penyidik dan jaksanya untuk segera menindaklanjuti dugaan keterlibatan mantan Wakil Presiden Boediono dalam kasus dugaan korupsi Bank Century. Jaksa dan penyidik diminta mempertajam bukti-bukti keterlibatan Boediono.

"KPK sedang mengkaji itu. Kita menugaskan penyidik dan jaksa untuk mendalami," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

Agus bilang, dalam pekan ini, KPK bakal mendapat masukan termasuk bukti baru untuk menentukan status Boediono, khususnya atas pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century.


"Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat kita akan mendapat masukan," ujarnya.

Selain dari penyidik dan jaksa, kata Agus, lembaganya akan meminta masukan dari para ahli perihal putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. PN Jaksel memerintahkan segera menetapkan Boediono cs sebagai tersangka.

"Kita juga mendengarkan masukan ahli-ahli mengenai putusan pengadilan praperadilan," pungkas Agus.

(Baca juga: Boediono Pasrah)

Pada sidang praperadilan yang digelar 9 April 2018, Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan yang dilayangkan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK. Dalam putusannya, hakim meminta KPK menindaklanjuti perkara Bank Century.

MAKI menggugat sikap KPK yang berlarut-larut menangani kasus Bank Century dan tak kunjung menetapkan tersangka baru setelah Budi Mulya divonis.‎ KPK juga dianggap telah menghentikan penyidikan kasus Century secara tidak sah.

Dalam amar putusan praperadilan PN Jaksel itu, Hakim Efendi Muhtar yang memimpin jalannya sidang menyatakan mengabulkan permohonan praperadilan pemohon untuk sebagian.

Hakim memerintahkan termohon memproses, menyidik, dan menetapkan tersangka bagi Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan.

Dalam perkara Century ini, KPK baru menjebloskan bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya, ke bui. KPK belum juga menjerat pihak lain. Padahal, nama-nama besar yang diduga terlibat pada kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik itu kerap disebut dalam persidangan.

(Baca juga: Samad Sebut Kasus Century sebagai White Collar Crime)
 



(REN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360